WhatsApp Icon
Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS Lebak gelar Sosialisasi UPZ Desa se-Kecamatan Maja

 

MAJA -  Upaya penguatan tata kelola zakat di tingkat desa terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Kecamatan Maja yang digelar dengan melibatkan unsur pemerintah, KUA, BAZNAS, serta para pengurus UPZ desa.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Maja, Edi Nurhedi, S.Sos, Kepala KUA Kecamatan Maja, Ketua UPZ Kecamatan Maja Padil, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak KH. Wawan Gunawan, serta para Ketua UPZ Desa se-Kecamatan Maja. 

 

Dalam sambutannya, Camat Maja Edi Nurhedi, S.Sos menegaskan bahwa pengelolaan zakat dan infak harus dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel, khususnya dalam aspek administrasi dan pelaporan. Menurutnya, keberadaan UPZ desa merupakan ujung tombak dalam optimalisasi pengumpulan zakat di masyarakat.

 

Ia juga menekankan bahwa desa tidak hanya berperan sebagai pihak yang menerima manfaat zakat, tetapi harus mampu berkontribusi aktif dalam proses pengumpulan.

 

“Desa jangan hanya meminta, tetapi juga harus bisa memberi kontribusi. Jika ingin banyak menerima manfaat, maka harus aktif dalam pengumpulan zakat. Kecamatan Maja kita harapkan bisa menjadi role model pengelolaan zakat di tingkat desa,” tegasnya.

Camat Maja turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya BAZNAS Kabupaten Lebak, atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi UPZ Desa ini sebagai bagian dari penguatan kelembagaan zakat.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Maja dalam sambutannya menyampaikan materi teknis terkait mekanisme pengumpulan zakat fitrah. Ia menjelaskan prinsip satu keluarga satu zakat fitrah sebagai upaya penertiban dan keseragaman dalam pelaksanaan zakat di desa-desa.

Menurutnya, keseragaman tata cara pengumpulan zakat sangat penting agar tidak menimbulkan perbedaan praktik di masyarakat serta tetap sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan pentingnya peran UPZ desa sebagai garda terdepan pengelolaan zakat. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis untuk pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.

 

“UPZ desa adalah ujung tombak BAZNAS di masyarakat. Jika pengumpulannya baik, tertib, dan amanah, maka manfaat zakat akan kembali ke masyarakat dalam bentuk program-program yang nyata dan berkelanjutan,” ujar KH. Wawan Gunawan.

 

Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan resmi agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun syariat. Oleh karena itu, penguatan legalitas dan kapasitas pengurus UPZ menjadi hal yang sangat penting.

Dalam sesi materi sosialisasi, Pak Etua menyampaikan Materi Fikih Zakat, yang mengulas dasar-dasar hukum zakat serta menyinggung Pasal 38 terkait sanksi bagi pihak yang bertindak sebagai amil zakat tanpa kewenangan resmi. Materi ini disampaikan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pengurus UPZ agar menjalankan tugas sesuai ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan.

 

Selanjutnya, Agus Mutaqin menyampaikan materi tentang Tata Kelola UPZ, yang membahas tugas dan fungsi UPZ dalam pengumpulan, pencatatan, serta pelaporan zakat. Ia menekankan pentingnya administrasi yang rapi dan pelaporan yang tepat waktu sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat dan BAZNAS.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) UPZ Desa secara simbolis kepada perwakilan pengurus UPZ, sebagai bentuk penguatan legalitas dan komitmen bersama dalam pengelolaan zakat. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan UPZ Desa se-Kecamatan Maja semakin profesional, amanah, dan mampu mengoptimalkan pengumpulan zakat demi kesejahteraan masyarakat serta kemaslahatan umat. 

29/01/2026 | Kontributor: Humas Baznas
Zakat Fitrah di Lebak 2026 Resmi Rp40 Ribu, Baznas Targetkan Penghimpunan Capai Rp1 Miliar

Lebak – Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak resmi menetapkan nominal zakat fitrah dan fidyah untuk tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui Sidang Isbat Penetapan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah yang digelar di Aula Baznas Kabupaten Lebak.

Ketua Baznas Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa penetapan nilai zakat fitrah dan fidyah telah melalui kajian mendalam dengan mempertimbangkan harga bahan pokok serta masukan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak.

“Setelah melalui pembahasan dan mempertimbangkan harga bahan pokok di Kabupaten Lebak, disepakati zakat fitrah sebesar Rp40.000 per jiwa dan fidyah sebesar Rp50.000 per hari. Penetapan ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta memberikan manfaat yang maksimal bagi para mustahik,” ujar KH. Wawan Gunawan.

Hasil Update Harga dari Dinas Perdagangan Kabupaten Lebak harga beras berfariatif ada yang Rp.11.000, Rp.12.000 , Rp.13.000 , Rp.14.000 . yang dibawa ketika rapat penetapan nilai zakat fitrah, sebagai pertimbangan dalam penentuannya.

Ia menambahkan, zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk uang tunai maupun beras. Apabila dibayarkan dengan beras, besarannya adalah 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa, sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Baznas Lebak juga menargetkan penghimpunan zakat fitrah dan infak Ramadhan 2026 mencapai Rp1 miliar, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

“Kami optimistis target ini tercapai jika masyarakat menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Semakin cepat dihimpun, semakin cepat pula disalurkan kepada yang berhak,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lebak, Diwakili Asisten Daerah I Alkadri,  menyampaikan bahwa Pemkab Lebak mendukung penuh keputusan hasil Sidang Isbat tersebut dan akan segera menindaklanjutinya melalui Surat Edaran resmi kepada seluruh perangkat daerah dan masyarakat.

“Penetapan ini bukan hanya berkaitan dengan kewajiban agama, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas masyarakat. Pemerintah daerah berharap zakat fitrah dapat disalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran,” ungkap Alkadri.

Dari unsur Kementerian Agama Kabupaten Lebak, H. Basit menegaskan bahwa hasil penetapan ini telah sesuai dengan ketentuan fikih zakat serta sejalan dengan regulasi yang berlaku. Ia juga mengimbau para pengurus masjid dan lembaga keagamaan agar aktif menyosialisasikan ketetapan tersebut kepada masyarakat.

“Dengan adanya penetapan resmi ini, diharapkan pelaksanaan zakat fitrah dan fidyah di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih tertib dan seragam,” kata H. Basit.

Sementara itu, MUI Kabupaten Lebak, KH. Asep Saefullah, menekankan bahwa zakat fitrah memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial yang sangat penting, terutama dalam menjaga keseimbangan dan keadilan sosial menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Zakat fitrah berfungsi untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menunaikannya melalui lembaga resmi seperti Baznas agar pengelolaannya amanah dan tepat sasaran,” ujar KH. Asep Saefullah.

Dengan ditetapkannya nominal zakat fitrah dan fidyah tahun 2026 ini, seluruh masyarakat Kabupaten Lebak diharapkan dapat segera menunaikan kewajiban zakatnya tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh para penerima sebelum Hari Raya Idulfitri.

23/01/2026 | Kontributor: Humas Baznas
BAZNAS Lebak Salurkan Bantuan Kemanusiaan, untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Cijaku.

Lebak – Selasa, 06 Januari 2026  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Pasir Tapos RT 14 RW 05, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat BAZNAS Lebak terhadap warga yang terdampak bencana.

Bantuan disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Cijaku dan diterima langsung oleh korban kebakaran dengan disaksikan oleh aparatur kecamatan serta tokoh masyarakat setempat.

Camat Cijaku, Cece Saputra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Lebak atas perhatian dan kepeduliannya terhadap masyarakat Kecamatan Cijaku.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Lebak yang telah cepat merespons dan menyalurkan bantuan kepada warga kami yang tertimpa musibah kebakaran. Bantuan ini sangat berarti dan membantu meringankan beban korban,” ujar Camat Cijaku.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak Kh. Wawan Gunawan menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“BAZNAS Lebak hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Ketua BAZNAS Lebak.

Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Lebak akan terus memperkuat peran UPZ di tingkat kecamatan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan merata.

Korban kebakaran, Ibu Inah, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Lebak.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Lebak dan semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit seperti sekarang. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” tutur Ibu Inah dengan penuh haru.

Melalui penyaluran bantuan kemanusiaan ini, BAZNAS Kabupaten Lebak berharap dapat meringankan beban korban kebakaran sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

06/01/2026 | Kontributor: Humas Baznas Lebak
Sinergi BAZNAS RI dan BAZNAS Lebak, Sarana Air Bersih Diresmikan di Ponpes Nurul Falah Banjarsari

 

Lebak, 29 Desember 2025 – Sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan BAZNAS Kabupaten Lebak kembali diwujudkan melalui peresmian Sarana Air Bersih di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Ciruji, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyuluhan kesehatan serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Peresmian tersebut dihadiri oleh perwakilan Rumah Sehat BAZNAS Provinsi Banten, Sekretaris Kecamatan Banjarsari, Kepala Desa Ciruji, unsur BPBD Banjarsari, Danramil, Kapolsek, serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Lebak.

Dalam keterangannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Lebak, H. Eri Rachmat, menyampaikan bahwa penyediaan sarana air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat pedesaan.

“Air bersih adalah kebutuhan utama untuk menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Melalui sinergi BAZNAS RI dan BAZNAS Lebak, kami berharap sarana air bersih ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh santri dan masyarakat sekitar, serta mendorong terwujudnya perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar H. Eri Rachmat.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga dibarengi dengan edukasi kesehatan agar masyarakat memiliki kesadaran jangka panjang dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Selain peresmian sarana air bersih, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan oleh tim Rumah Sehat BAZNAS Banten yang menekankan pentingnya sanitasi layak, penggunaan air bersih yang aman, serta penerapan prinsip Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Sekretaris Kecamatan Banjarsari dan Kepala Desa Ciruji turut mengapresiasi program tersebut karena dinilai sangat membantu kebutuhan masyarakat dan lingkungan pesantren, khususnya dalam mendukung kualitas kesehatan dan kenyamanan aktivitas belajar mengajar.

Melalui program ini, BAZNAS RI dan BAZNAS Lebak berharap sarana air bersih yang telah diresmikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta menjadi contoh kolaborasi dalam pembangunan berbasis kebutuhan umat.

29/12/2025 | Kontributor: Humas Baznas Lebak
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BAZNAS Lebak Gelar Siaga Bencana di Pasir Ona

 

 

Lebak, 26 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak menggelar kegiatan Siaga Bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana di wilayah rawan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasir Ona, Kabupaten Lebak, pada Jumat (26/12/2025).

Kegiatan Siaga Bencana tersebut melibatkan relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta unsur masyarakat setempat. Program ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana, khususnya pada musim cuaca ekstrem yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana secara berkelanjutan.

“BAZNAS tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga berupaya membangun kesiapsiagaan sejak dini. Kegiatan siaga bencana ini penting agar masyarakat dan relawan memiliki pemahaman serta kesiapan dalam menghadapi potensi risiko bencana,” ujar KH. Wawan Gunawan.

Ia menambahkan, Kabupaten Lebak memiliki sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingga kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Lebak, Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa kegiatan siaga bencana di Pasir Ona diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pembekalan relawan, pengecekan peralatan kebencanaan, hingga simulasi kesiapsiagaan di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan relawan BTB BAZNAS Lebak selalu siap secara fisik, mental, dan teknis. Selain itu, kami juga mendorong keterlibatan masyarakat agar lebih sigap dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” ungkap Agus Mutaqin.

Ia berharap kegiatan Siaga Bencana ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif serta memperkuat sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas di wilayah rawan bencana.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BAZNAS Lebak menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam upaya kemanusiaan, tidak hanya melalui bantuan pascabencana, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif dan edukatif bagi masyarakat.

 

26/12/2025 | Kontributor: Humas Baznas Lebak

Berita Terbaru

BAZNAS LEBAK  GELAR ISBAT PENETAPAN BESARAN ZAKAT FITRAH TAHUN 2025
BAZNAS LEBAK GELAR ISBAT PENETAPAN BESARAN ZAKAT FITRAH TAHUN 2025
Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak resmi menetapkan nominal zakat fitrah dan fidyah untuk tahun 2025. Penetapan ini dilakukan melalui Sidang Isbat Penetapan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah yang diselenggarakan di Aula Baznas Kabupaten Lebak. Ketua Baznas Kabupaten Lebak, KH.Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui kajian menyeluruh dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak dan Kementerian Agama (Kemenag) Lebak. “Setelah mempertimbangkan harga bahan pokok dan masukan dari berbagai pihak, kami sepakat untuk menetapkan zakat fitrah sebesar Rp40.000 per jiwa dan fidyah sebesar Rp50.000 per hari. Penetapan ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban berzakat dan memberikan manfaat bagi para penerima zakat,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa zakat fitrah dapat dibayarkan baik dalam bentuk uang tunai maupun beras. Jika dibayarkan dengan beras, takarannya adalah 2,5 kilogram atau 3,5 liter, sesuai syariat Islam. “Kami juga mengimbau masyarakat agar membayar zakat tepat waktu, sehingga dapat segera disalurkan kepada yang berhak menerimanya sebelum hari raya Idul Fitri. Kami percaya, dengan zakat yang dikelola secara baik, akan tercipta kesejahteraan yang merata di masyarakat,” lanjutnya. Mengacu pada harga beras di Kabupaten Lebak, yang rata-rata Rp12.500 per kilogram, nominal Rp40.000 dianggap sesuai dengan kebutuhan masyarakat. KH. Wawan Gunawan menekankan bahwa besaran zakat fitrah tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun 2024, yang juga ditetapkan sebesar Rp40.000 per jiwa. Pada tahun 2023, nominal zakat fitrah masih Rp35.000. “Penetapan ini mempertimbangkan stabilitas harga beras. Kami berharap masyarakat dapat segera melaksanakan kewajiban zakat fitrah,” tegas Wawan. Adapun fidyah, yang diwajibkan bagi individu yang tidak mampu menjalankan puasa karena alasan tertentu, ditetapkan sebesar Rp50.000 per hari. Nominal ini didasarkan pada harga rata-rata makanan siap santap di wilayah Kabupaten Lebak. Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Lebak, Iyan Fitriyana, mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengedarkan Surat Edaran Bupati terkait penetapan ini.“Keputusan ini bukan hanya sebagai bentuk kewajiban agama, tetapi juga sebagai langkah memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam membantu sesama, khususnya mereka yang kurang mampu. Kami berharap dengan adanya surat edaran nanti, pelaksanaan zakat fitrah bisa lebih terarah dan merata,” ujar Iyan. Ia juga menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lebak diharapkan menjadi teladan dalam menunaikan kewajiban zakat melalui Baznas Lebak. “Dengan peran ASN sebagai contoh, kami optimistis penghimpunan zakat fitrah tahun ini bisa lebih maksimal, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” tutup Iyan.
BERITA15/01/2025 | Ichsanudin
PIMPINAN BAZNAS LEBAK HADIRI LAUNCHING PROGRAM PEMBINAAN MUALLAF BADUY DENGAN DUKUNGAN DA'I DAN PENERIMA MANFAAT DI LEUWIDAMAR
PIMPINAN BAZNAS LEBAK HADIRI LAUNCHING PROGRAM PEMBINAAN MUALLAF BADUY DENGAN DUKUNGAN DA'I DAN PENERIMA MANFAAT DI LEUWIDAMAR
LEBAK, Senin 30 Desember 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten meluncurkan program Pembinaan Muallaf Baduy dengan tema "Membangun Keimanan dan Kemandirian Muallaf" di dua lokasi, yakni Kampung Margaluyu, Desa Leuwidamar, dan Kampung Cempaka, Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar. Program ini menjangkau 120 penerima manfaat (PM), terdiri dari 90 orang di Kampung Margaluyu dan 30 orang di Kampung Cempaka. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Baznas se-Provinsi Banten, Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Camat Leuwidamar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Leuwidamar, Kantor Urusan Agama (KUA) Leuwidamar, aparatur Desa Leuwidamar, dan perwakilan Pondok Pesantren Al-Washliyah. Ketua Baznas Provinsi Banten Syibli Sarjaya, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif Baznas Lebak dalam melaksanakan program ini. “Pembinaan muallaf adalah bagian penting dari tugas kita sebagai umat Islam untuk menjaga dan membimbing mereka yang baru memeluk Islam. Baznas di seluruh Provinsi Banten mendukung penuh langkah ini, dan kami berharap program seperti ini dapat menjadi percontohan di daerah lainnya,” ujar Ketua Baznas Provinsi Banten. Ia juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan misi Baznas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkokoh iman para muallaf. “Kita tidak hanya bicara soal pembinaan spiritual, tetapi juga soal bagaimana kita membantu mereka menjadi mandiri secara sosial dan ekonomi. Sinergi antara Baznas, pemerintah daerah, dan komunitas adalah kunci keberhasilan program ini,” tegasnya. Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Lebak Adjibulwatoni juga menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan. “Ini adalah langkah awal yang besar untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang baru memeluk Islam tidak hanya mendapatkan pembinaan spiritual, tetapi juga pendampingan untuk membangun kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan,” ungkapnya. Dalam pelaksanaan program ini, Baznas Lebak melibatkan empat da'i atau pendamping yang akan bertugas membimbing para muallaf secara langsung. Para da'i ini akan memberikan kajian keislaman, pendampingan ibadah, serta pembinaan nilai-nilai kehidupan Islami yang relevan dengan kearifan lokal masyarakat Baduy. Kementerian Agama Kabupaten Lebak abdul basit, yang juga hadir dalam acara ini, memberikan apresiasi atas inisiatif Baznas Lebak dalam melibatkan berbagai elemen masyarakat dan institusi. “Pendampingan ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada saudara-saudara kita yang memilih jalan Islam. Dukungan ini harus kita sinergikan demi hasil yang maksimal,” ujar perwakilan dari Kemenag Lebak. Camat Leuwidamar juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini, menyatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan keberlanjutan pembinaan. “Kami mengapresiasi kehadiran Baznas, Kemenag, dan para da'i. Semoga ini menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat muallaf di wilayah Leuwidamar,” katanya. Sebagai bagian dari program ini, Baznas Lebak juga akan mengintegrasikan pendampingan spiritual dengan program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan muallaf. Dengan begitu, muallaf tidak hanya mendapatkan bimbingan keagamaan tetapi juga keterampilan dan dukungan ekonomi yang dapat membantu mereka menjadi mandiri. Peluncuran program ini menandai komitmen Baznas Lebak dan para mitra dalam memberikan perhatian khusus kepada muallaf, khususnya di wilayah adat Baduy, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan spiritual dan sosial masyarakat di Kabupaten Lebak.
BERITA30/12/2024 | Ichsanudin
KOLABORASI KEBAIKAN BAZNAS LEBAK DAN TANGSEL DISTRIBUSIKAN PAKET LOGISTIK DAN SALURKAN BANTUAN KEMANUSIAAN DI KECAMATAN CILOGRANG
KOLABORASI KEBAIKAN BAZNAS LEBAK DAN TANGSEL DISTRIBUSIKAN PAKET LOGISTIK DAN SALURKAN BANTUAN KEMANUSIAAN DI KECAMATAN CILOGRANG
LEBAK, Ahad 29 Desember 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak melaksanakan program distribusi paket logistik kepada masyarakat prasejahtera di Kecamatan Cilograng. Program ini juga melibatkan kerja sama dengan Baznas Kota Tangerang Selatan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di wilayah tersebut. Distribusi paket logistik difokuskan pada masyarakat yang membutuhkan di Kecamatan Cilograng. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, dan perlengkapan kebersihan, yang disalurkan secara langsung melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat dan relawan. Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Lebak menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Baznas untuk meringankan beban masyarakat, terutama menjelang akhir tahun. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan di Kecamatan Cilograng mendapatkan bantuan yang layak. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami,” ungkapnya. Selain distribusi logistik, Baznas Kabupaten Lebak bersama Baznas Kota Tangerang Selatan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam yang baru-baru ini terjadi di wilayah Cilograng. Bantuan ini mencakup kebutuhan darurat seperti makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan lain yang diperlukan. Ketua Baznas Kota Tangerang Selatan memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Baznas Kabupaten Lebak. “Kami sangat bersyukur dapat bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Lebak dalam menyalurkan bantuan ini. Sinergi antar-Baznas sangat penting agar bantuan bisa sampai tepat waktu dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ketua Baznas Kota Tangerang Selatan. Ia juga menambahkan bahwa semangat gotong royong seperti ini perlu terus dipupuk. “Bencana alam adalah ujian bersama. Dengan saling mendukung, kita bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi mereka yang terdampak,” tambahnya. Salah satu penerima manfaat, seorang warga Cilograng, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami di tengah kesulitan. Terima kasih kepada Baznas dan semua pihak yang peduli,” katanya. Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah setempat, yang mengapresiasi langkah Baznas dalam membantu masyarakat di Kecamatan Cilograng. “Kami sangat mengapresiasi kerja nyata Baznas Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami,” ujar perwakilan pemerintah kecamatan. Baznas Kabupaten Lebak berharap program ini dapat terus dijalankan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah-wilayah terdampak bencana.
BERITA29/12/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK GELAR MADRASAH TANGGAP BENCANA DI MAN 1 LEBAK
BAZNAS LEBAK GELAR MADRASAH TANGGAP BENCANA DI MAN 1 LEBAK
Lebak, 24 Desember 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak menggelar kegiatan Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB) di MAN 1 Lebak pada 24 Desember 2024. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan madrasah dalam menghadapi risiko bencana melalui pelatihan dan sosialisasi. Acara yang berlangsung di aula MAN 1 Lebak tersebut dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari guru, staf, dan perwakilan siswa. Kegiatan ini dibuka dengan serangkaian sambutan dari tokoh-tokoh penting, yakni Ketua Komite Madrasah, Kepala Tata Usaha, dan Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Lebak. Dalam sambutannya, Ucu Juhroni, M.Pd, selaku Ketua Komite Madrasah, menyampaikan pentingnya membekali seluruh elemen madrasah dengan pengetahuan tentang tanggap bencana. “Madrasah tidak hanya tempat belajar, tetapi juga harus menjadi tempat yang aman bagi semua. Kesiapsiagaan dan pengetahuan mengenai tanggap bencana sangat diperlukan,” katanya. Hal ini diperkuat oleh sambutan Ahmad Buhari, Kepala Tata Usaha MAN 1 Lebak, yang menekankan bahwa pelatihan ini adalah langkah penting untuk membangun budaya siaga di lingkungan pendidikan. Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Lebak, yang menekankan pentingnya peran madrasah sebagai pusat edukasi kesiapsiagaan bencana. “Melalui program MANTAB ini, kami berharap madrasah bisa menjadi teladan dalam penerapan langkah-langkah tanggap bencana, sekaligus menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap risiko bencana,” ujarnya. Pemateri yang Kompeten Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri ahli yang membahas berbagai topik penting: Dr. Nurul Huda Ma'arif, MA Kebijakan BTB (Bencana Tanggap Bencana): Pemateri memaparkan kebijakan terkini terkait program tanggap bencana yang diterapkan di lembaga pendidikan. Peran dan Tantangan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Filantropi: Diskusi ini menyoroti bagaimana organisasi filantropi, seperti Baznas, dapat berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Hady Priatna, S.M Membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBB): Pemateri memberikan panduan tentang cara membentuk dan mengorganisir tim tanggap darurat di madrasah. Kajian Risiko Bencana: Peserta diajak untuk menganalisis potensi risiko bencana di lingkungan madrasah mereka dan menyusun strategi mitigasi. Selain pemateri, kegiatan ini juga melibatkan Ujang Wira Atmaja, Kepala Perpustakaan MAN 1 Lebak sekaligus pegiat literasi, yang turut mendorong literasi bencana di kalangan siswa melalui bahan bacaan terkait mitigasi bencana. Antusiasme Peserta Salah satu peserta, guru senior MAN 1 Lebak, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman konkret tentang langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi bencana,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan simulasi tanggap darurat sederhana, yang melibatkan semua peserta. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat diaplikasikan di madrasah untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan siaga bencana.
BERITA24/12/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK DAN BAZNAS RI SALURKAN PAKET LOGISTIK KELUARGA DI KECAMATAN KALANGANYAR
BAZNAS LEBAK DAN BAZNAS RI SALURKAN PAKET LOGISTIK KELUARGA DI KECAMATAN KALANGANYAR
Lebak, 13 Desember 2024 – Melanjutkan program sosialnya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak bersama Baznas RI kembali mendistribusikan 96 paket logistik keluarga kepada masyarakat prasejahtera di Kecamatan Kalanganyar. Program ini merupakan hasil kerja sama dengan konsumen Alfamidi melalui program sedekah uang kembalian saat berbelanja. Acara yang berlangsung di Aula Kecamatan Kalanganyar ini dihadiri oleh para penerima manfaat, perangkat kecamatan, dan tokoh masyarakat setempat. Paket logistik yang dibagikan terdiri dari bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya yang dirancang untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat. Ketua Baznas Kabupaten Lebak, KH. Wawan gunawan, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas kontribusi konsumen Alfamidi yang menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini. “Sedekah ini berasal dari uang kembalian konsumen Alfamidi yang menyisihkan sebagian kecil uangnya. Ketika dikumpulkan, sedekah kecil ini mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat. Ini adalah contoh nyata bagaimana gotong royong bisa membantu sesama,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari peran Baznas sebagai lembaga yang bertugas mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan transparansi dan akuntabilitas. “Kami memastikan setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan,” jelasnya. Camat Kalanganyar, Bayu Herdiana, turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Baznas dan semua pihak yang terlibat. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Sebanyak 96 keluarga di Kecamatan Kalanganyar merasa terbantu dengan adanya bantuan ini, terutama menjelang akhir tahun di mana kebutuhan hidup sering meningkat,” katanya. Salah satu penerima manfaat, Ibu Suryati, menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Terima kasih kepada Baznas, Alfamidi, dan semua yang telah peduli kepada kami,” ujarnya dengan penuh haru. Program distribusi paket logistik keluarga ini tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berbagi. Ketua Baznas RI, dalam sambutannya melalui video conference, menegaskan bahwa program ini akan terus diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia. Baznas Kabupaten Lebak berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Dengan semangat gotong royong, zakat dan sedekah diyakini dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi kemiskinan dan memperkuat solidaritas sosial di masyarakat.
BERITA13/12/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK DAN BAZNAS RI SALURKAN PAKET LOGISTIK KELUARGA DI KECAMATAN CIJAKU
BAZNAS LEBAK DAN BAZNAS RI SALURKAN PAKET LOGISTIK KELUARGA DI KECAMATAN CIJAKU
Lebak, 12 Desember 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak berkolaborasi dengan Baznas RI mendistribusikan paket logistik keluarga kepada masyarakat prasejahtera. Paket-paket tersebut merupakan hasil dari program sedekah konsumen Alfamidi, yang bertujuan membantu keluarga kurang mampu di wilayah Kecamatan Cijaku. Acara penyerahan bantuan ini berlangsung di Aula Kecamatan Cijaku dengan suasana penuh antusias. Sebanyak ratusan paket logistik, yang berisi bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan sehari-hari lainnya, disalurkan langsung kepada penerima manfaat. Ketua Baznas Kabupaten Lebak, KH. Wawan gunawan, S.Sos , mengungkapkan rasa terima kasih kepada para donatur, khususnya konsumen Alfamidi, yang telah berpartisipasi dalam program sedekah ini. Ia menjelaskan bahwa sedekah ini berasal dari uang kembalian yang biasanya ditawarkan kepada konsumen ketika berbelanja di Alfamidi. “Program ini merupakan bentuk sedekah kecil yang berdampak besar. Konsumen Alfamidi memiliki kesempatan untuk menyumbangkan uang kembalian mereka saat berbelanja, dan hasilnya kami salurkan dalam bentuk paket logistik keluarga. Kami sangat mengapresiasi kepedulian ini karena benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan paket sembako yan diberikan sebanyak 119 kepada penerima manfaat,” ungkapnya. Hal senada juga disampaikan oleh Camat Cijaku, H. Cece Saputra, yang turut hadir dalam acara tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Baznas RI dan Baznas Lebak. Program ini sangat membantu masyarakat kami, terutama menjelang akhir tahun di mana kebutuhan rumah tangga sering meningkat,” kata Mulyadi. Salah satu penerima manfaat, Ibu Nurhayati, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada Baznas dan semua pihak yang peduli kepada masyarakat kecil seperti kami,” ungkapnya. Kegiatan distribusi paket logistik ini diharapkan menjadi langkah awal untuk program-program serupa yang lebih luas cakupannya. Ketua Baznas RI, dalam sambutannya melalui video conference, menekankan pentingnya gotong royong untuk mengatasi masalah sosial di Indonesia. Baznas Kabupaten Lebak berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya memberdayakan masyarakat kurang mampu dan memastikan bantuan tepat sasaran.
BERITA12/12/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK GELAR ACARA KEMANUSIAAN UNTUK PALESTINA, HADIRKAN PEGGY MELATI SUKMA
BAZNAS LEBAK GELAR ACARA KEMANUSIAAN UNTUK PALESTINA, HADIRKAN PEGGY MELATI SUKMA
Lebak – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak mengadakan acara penggalangan donasi untuk Palestina dengan tema "Selalu Ada Cinta untuk Palestina" pada Sabtu 7 Desember 2024. Acara ini menghadirkan Peggy Melati Sukma sebagai penceramah yang membawakan kajian Islam, serta orasi kemanusiaan dari organisasi masyarakat, termasuk Fatayat NU dan elemen lain yang mendukung gerakan solidaritas untuk Palestina. Bertempat di Mesjid Agung Al-A’raaf Lebak, kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk tokoh agama, komunitas ormas, pelajar, dan masyarakat umum. Peggy Melati Sukma dalam kajian Islamnya mengangkat tema kepedulian sebagai bagian dari iman. “Membantu saudara kita di Palestina adalah bagian dari implementasi cinta dan kasih sayang yang diajarkan oleh Islam. Ini bukan hanya tentang donasi, tetapi juga tentang memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah,” ujarnya. Orasi kemanusiaan oleh Fatayat NU dan organisasi lainnya mengangkat isu pentingnya solidaritas terhadap rakyat Palestina yang tengah menghadapi berbagai tekanan. Dalam pidato mereka, disampaikan bagaimana kondisi sulit rakyat Palestina membutuhkan dukungan dari masyarakat internasional, termasuk dari Indonesia. Selain itu, acara ini juga diisi dengan muhasabah dan doa bersama yang dipimpin oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak Kh. Asep Saefullah. Para peserta diajak merenung dan berdoa untuk perdamaian serta perlindungan bagi rakyat Palestina, menciptakan suasana haru dan kekhusyukan di tengah acara. Ketua Baznas Kabupaten Lebak Kh. Wawan Gunawan menyampaikan bahwa acara ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat Kabupaten Lebak terhadap krisis yang dialami rakyat Palestina. “Baznas Lebak terus berupaya menjadi jembatan kebaikan antara masyarakat yang ingin berbagi dan mereka yang membutuhkan. Dengan acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa kita tidak pernah melupakan saudara-saudara kita di Palestina. Ini adalah wujud cinta yang kita hadirkan dalam bentuk nyata,” ujarnya. Lebih lanjut, Kh. Wawan Gunawan menambahkan, “Kami bersyukur atas tingginya partisipasi masyarakat Lebak dalam kegiatan ini. Donasi yang terkumpul akan kami salurkan melalui lembaga resmi yang terpercaya untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan di Palestina. Ini adalah bukti bahwa kebersamaan mampu menciptakan perubahan besar.” Puncak acara ditutup dengan sesi penggalangan donasi yang mendapat respons luar biasa dari peserta. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat Palestina yang tengah berjuang dalam kondisi sulit. Baznas Kabupaten Lebak berharap acara ini tidak hanya menjadi wadah berbagi, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai solidaritas dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA09/12/2024 | Ichsanudin
PEMDA LEBAK GELAR TABLIG AKBAR PERINGATI HUT KE-196, BAZNAS LEBAK KUMPULKAN DONASI UNTUK KORBAN BANJIR DAN LONGSOR
PEMDA LEBAK GELAR TABLIG AKBAR PERINGATI HUT KE-196, BAZNAS LEBAK KUMPULKAN DONASI UNTUK KORBAN BANJIR DAN LONGSOR
Lebak – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lebak ke-196, Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak menggelar Tablig Akbar yang berlangsung meriah pada Ahad 8 Desember 2024. Acara yang menghadirkan Ustadz Adi Hidayat ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak. Tablig Akbar yang digelar di Masjid Agung Al-A'raf, Rangkasbitung, ini dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai wilayah Kabupaten Lebak. Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta memperkuat solidaritas sosial sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Lebak. “Momen ini bukan hanya untuk memperingati hari jadi Kabupaten Lebak, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan diri dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Mari kita manfaatkan peringatan ini sebagai pengingat untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama,” ujar Ustadz Adi Hidayat. Di sela acara, Baznas Kabupaten Lebak turut menunjukkan aksi nyata melalui penyerahan donasi bagi korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Bantuan ini berupa kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, dan dukungan finansial untuk membantu meringankan beban para korban. Ketua Baznas Kabupaten Lebak KH. Wawan gunawan menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Baznas terhadap masyarakat yang terdampak bencana. “Dalam semangat HUT Kabupaten Lebak ke-196, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka membutuhkan,” ungkap Ketua Baznas. Di tempat yang sama Kabag Kesra Lebak H. Iyan Fitriyana, mengapresiasi langkah Baznas dan seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini. “Kegiatan Tablig Akbar ini adalah wujud syukur kita sebagai masyarakat Lebak, sekaligus pengingat untuk terus mempererat solidaritas sosial. kita juga mengapresiasi Baznas atas kontribusinya yang konsisten dalam membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana,” ujarnya. Donasi yang disalurkan Baznas Kabupaten Lebak merupakan hasil pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. Baznas berharap aksi ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam gerakan kebaikan dan membantu mereka yang membutuhkan.
BERITA09/12/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK IKUTI RAPAT HARMONISASI DAN KOORDINASI PENDISTRIBUSIAN & PENDAYAGUNAAN BAZNAS SE-PROVINSI BANTEN 2024
BAZNAS LEBAK IKUTI RAPAT HARMONISASI DAN KOORDINASI PENDISTRIBUSIAN & PENDAYAGUNAAN BAZNAS SE-PROVINSI BANTEN 2024
Lebak – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak berpartisipasi dalam rapat harmonisasi dan koordinasi pendistribusian serta pendayagunaan zakat tahun 2024 bersama Baznas se-Provinsi Banten. Acara yang digelar di Provinsi Banten ini bertujuan untuk menyelaraskan program kerja antar daerah agar pendistribusian zakat dapat lebih efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rapat tersebut membahas berbagai isu strategis, seperti pengelolaan database mustahik, sinkronisasi data dengan pemerintah daerah melalui Bappeda, dan penguatan kolaborasi untuk menanggulangi tantangan sosial, termasuk stunting, inflasi, dan kemiskinan ekstrem. Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Lebak Dr. Nurul Huda Marif, MA menekankan pentingnya pengelolaan data yang valid dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas pendistribusian zakat. “Baznas Lebak saat ini tengah fokus memperbarui database mustahik yang akurat dan terkini. Data ini nantinya akan disinkronkan dengan pemerintah daerah melalui Bappeda agar program zakat yang kami jalankan dapat selaras dengan prioritas pembangunan di Kabupaten Lebak,” ujarnya. Selain sinkronisasi data, rapat ini juga membahas langkah-langkah strategis untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi masalah stunting, mengendalikan inflasi, dan menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Baznas Lebak berkomitmen untuk menjalankan program-program pendayagunaan zakat yang mendukung tiga agenda prioritas tersebut, seperti bantuan gizi bagi anak-anak, program pemberdayaan ekonomi, serta bantuan pangan untuk masyarakat kurang mampu. Dalam kesempatan ini, Baznas Lebak juga memaparkan program kolaborasi khusus dengan komunitas mualaf Baduy. Program ini mencakup pembinaan spiritual, dukungan ekonomi, serta bantuan kebutuhan dasar untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan para mualaf. “Komunitas mualaf Baduy adalah bagian penting dari masyarakat Lebak yang membutuhkan perhatian khusus. Melalui program ini, kami ingin memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang menyeluruh, baik secara spiritual maupun material,” tambah Ketua Baznas Lebak. Rapat ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk pentingnya kolaborasi lintas instansi dan penguatan sinergi antar Baznas di seluruh Provinsi Banten. Semua pihak sepakat bahwa pendekatan terpadu, berbasis data, dan melibatkan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan dalam pendistribusian serta pendayagunaan zakat. Baznas Kabupaten Lebak berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dan menjalankan program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak. Dengan langkah ini, Baznas berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung target pembangunan daerah dan nasional.
BERITA29/11/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK IKUTI RAPAT KOORDINASI HARI JADI KABUPATEN LEBAK KE-195, BAHAS AGENDA KEAGAMAAN.
BAZNAS LEBAK IKUTI RAPAT KOORDINASI HARI JADI KABUPATEN LEBAK KE-195, BAHAS AGENDA KEAGAMAAN.
Lebak – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-195, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak menghadiri rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Jadi Kabupaten Lebak. Rapat ini berlangsung di Ruang Asisten Daerah (Asda) 1 Kantor Sekretariat Daerah dan dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra). Rapat ini bertujuan untuk membahas persiapan sejumlah agenda keagamaan yang akan digelar dalam rangkaian peringatan hari jadi, di antaranya istigasah, doa bersama, khataman Al-Qur'an, dan tabligh akbar. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana spiritual untuk memohon keberkahan dan kelancaran bagi Kabupaten Lebak serta wujud syukur atas perjalanan panjang daerah ini. Dalam rapat ini turut hadir berbagai pihak terkait, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Remaja Masjid Agung Al-A’raf Rangkasbitung, komunitas One Day One Juz (ODOJ), Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kabag Kesra Dr. Iyan Fitriayana dalam arahannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk menyukseskan acara keagamaan ini. “Kegiatan istigasah, doa bersama, khataman Al-Qur'an, dan tabligh akbar ini tidak hanya menjadi rangkaian seremonial, tetapi juga upaya spiritual untuk menghadirkan keberkahan bagi Kabupaten Lebak. Oleh karena itu, partisipasi aktif semua pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya. Staf Baznas Kabupaten Lebak Ichsanudin yang hadir dalam rapat tersebut menyatakan komitmen Baznas untuk mendukung penuh agenda keagamaan dalam peringatan hari jadi ini. “Kami siap berkontribusi, baik secara teknis maupun materi, untuk menyukseskan kegiatan ini. Hari Jadi Kabupaten Lebak adalah momen penting, dan melalui kegiatan keagamaan ini, kita dapat memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat,” ujar Ichsan. Perwakilan dari MUI Kabupaten Lebak H. Eri Rachmat juga mengapresiasi inisiatif panitia dalam memasukkan agenda keagamaan ke dalam peringatan hari jadi. “Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan identitas Kabupaten Lebak sebagai daerah yang religius, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan masyarakat,” katanya. Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa keputusan teknis terkait pelaksanaan kegiatan, termasuk lokasi, waktu, dan pembagian tugas masing-masing pihak. Semua peserta rapat sepakat bahwa agenda keagamaan ini harus melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan kebersamaan dan memperkuat rasa syukur atas keberadaan Kabupaten Lebak. Baznas Lebak, bersama dengan MUI, Kemenag, Satpol PP, dan komunitas lainnya, berkomitmen untuk memastikan acara berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum refleksi dan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Lebak di masa mendatang.
BERITA29/11/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK SALURKAN BANTUAN DALAM PERINGATAN HARI GURU NASIONAL DI KECAMATAN CIBEBER
BAZNAS LEBAK SALURKAN BANTUAN DALAM PERINGATAN HARI GURU NASIONAL DI KECAMATAN CIBEBER
Lebak – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak menyalurkan sejumlah bantuan di Kecamatan Cibeber. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Cibeber, Wakil Ketua K3S Kecamatan Cibeber, dan Ketua PGRI Kecamatan Cibeber. Bantuan yang diberikan terdiri atas santunan untuk 132 anak yatim piatu, apresiasi bagi 6 Guru Tidak Tetap (GTT), serta apresiasi untuk 4 penjaga sekolah tingkat sekolah dasar. Program ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada para pejuang pendidikan dan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan. Ketua Baznas Kabupaten Lebak KH Wawan Guanwan, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan kepada para pahlawan pendidikan serta komitmen Baznas untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. “Hari Guru Nasional adalah momentum yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada para pendidik dan petugas yang selama ini berkontribusi besar dalam dunia pendidikan. Selain itu, kami juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu agar mereka merasa diperhatikan dan didukung,” ujarnya. Camat Cibeber Haerudin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Baznas atas program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Baznas yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di Kecamatan Cibeber. Bantuan ini tidak hanya bermanfaat secara material, tetapi juga memberikan motivasi kepada para guru dan petugas sekolah untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa,” kata Camat Cibeber. Juhendi, Wakil Ketua K3S Kecamatan Cibeber, juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada Baznas. Menurutnya, program seperti ini sangat penting untuk mengapresiasi dedikasi guru, khususnya Guru Tidak Tetap yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. “Apresiasi ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi mereka diakui. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan,” ujarnya. Wakil Ketua PGRI Kecamatan Cibeber, Arif Nur Zaenal Arifin, menambahkan bahwa Hari Guru Nasional seharusnya menjadi momen refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Kami sangat mendukung langkah Baznas yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada para guru dan penjaga sekolah. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus mengabdi dengan sepenuh hati,” katanya. Salah satu penerima apresiasi, seorang Guru Tidak Tetap, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. “Saya merasa sangat terharu atas apresiasi ini. Bantuan ini bukan hanya tentang materi, tetapi juga pengakuan atas perjuangan kami sebagai pendidik. Terima kasih kepada Baznas dan semua pihak yang telah memberikan perhatian,” ungkapnya. Dengan adanya program ini, Baznas Kabupaten Lebak berharap dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Acara ini juga menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial adalah kunci dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
BERITA29/11/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK BERKOLABORASI GELAR SIDANG ISBAT NIKAH TERPADU BERSAMA PENGADILAN AGAMA, KEMENAG, KUA, DAN PEMDA DI KECAMATAN BAYAH
BAZNAS LEBAK BERKOLABORASI GELAR SIDANG ISBAT NIKAH TERPADU BERSAMA PENGADILAN AGAMA, KEMENAG, KUA, DAN PEMDA DI KECAMATAN BAYAH
Lebak – Dalam upaya memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri yang belum memiliki akta nikah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Pengadilan Agama Kabupaten Lebak, Kementerian Agama (Kemenag), Kantor Urusan Agama (KUA), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak menggelar Sidang Isbat Nikah Terpadu. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Bayah dan diikuti oleh puluhan pasangan dari berbagai kalangan masyarakat. Sidang Isbat Nikah Terpadu ini merupakan kolaborasi lintas lembaga untuk membantu masyarakat, khususnya dari kalangan kurang mampu, yang menikah secara agama tetapi belum tercatat secara resmi di negara. Melalui program ini, pasangan tidak hanya mendapatkan akta nikah, tetapi juga dokumen kependudukan lainnya, seperti Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran anak, yang diterbitkan langsung oleh Disdukcapil. Ketua Baznas Kabupaten Lebak KH Wawan gunawan, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat. “Program Sidang Isbat Nikah Terpadu ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya dari segi ekonomi tetapi juga hukum dan administrasi. Dengan adanya akta nikah, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan sosial dan administratif lainnya yang menjadi hak mereka,” ujarnya. Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Lebak juga mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam kegiatan ini. Menurutnya, sidang isbat nikah terpadu ini memberikan kemudahan dan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini terkendala dalam proses legalisasi pernikahan. “Kami sangat mendukung program ini karena memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dengan kerja sama yang baik antar lembaga, proses administrasi dapat dilakukan secara terpadu dan lebih efisien,” jelasnya. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lebak melalui perwakilan KUA Kecamatan Bayah menegaskan pentingnya program ini untuk mewujudkan masyarakat yang sadar akan pentingnya legalitas hukum dalam pernikahan. “Isbat nikah ini tidak hanya memberikan manfaat administratif tetapi juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi upaya Baznas dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program ini,” katanya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lebak, yang turut terlibat, memfasilitasi penerbitan dokumen kependudukan secara langsung dalam program ini. Kepala Disdukcapil menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini sangat efektif untuk mempercepat proses pelayanan administrasi kepada masyarakat. Salah satu pasangan peserta, Pak Ahmad dan Bu Nur, mengungkapkan kebahagiaannya setelah mengikuti sidang isbat nikah terpadu. “Kami sudah lama menikah secara agama, tetapi belum punya dokumen resmi. Dengan program ini, kami akhirnya mendapatkan akta nikah dan dokumen keluarga lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar Pak Ahmad dengan haru. Baznas Lebak bersama Pengadilan Agama, Kemenag, KUA, dan Pemda Lebak berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di kecamatan lainnya di Kabupaten Lebak. Dengan kolaborasi terpadu ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan kepastian hukum dan meningkatkan kesadaran pentingnya legalitas pernikahan.
BERITA25/11/2024 | Ichsanudin
BAZNAS LEBAK DISTRIBUSIKAN BANTUAN UNTUK GURU YANG VIRAL JATUH SAAT HUJAN DI CIDIKIT
BAZNAS LEBAK DISTRIBUSIKAN BANTUAN UNTUK GURU YANG VIRAL JATUH SAAT HUJAN DI CIDIKIT
Lebak – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak memberikan bantuan kepada seorang guru yang sempat viral di media sosial karena terjatuh di jalan licin akibat hujan deras di Desa Cidikit, Kecamatan Bayah. Bantuan ini merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial Baznas terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama para pahlawan tanpa tanda jasa seperti guru. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Lebak bersama Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Bayah, dengan disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan santunan pendidikan kepada dewan guru di Aula kecamatan Bayah, Kamis 21 November 2024. Ketua Baznas Kabupaten Lebak Kh. Wawan gunawan, menyampaikan bahwa ini merupakan bagian dari komitmen Baznas untuk memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami merasa prihatin atas insiden yang menimpa saudara kita, seorang guru yang telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan. Bantuan ini adalah wujud kepedulian kami untuk sedikit meringankan beban beliau, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya,” ujar Ketua Baznas. Ia juga menambahkan bahwa guru memiliki peran penting dalam membangun generasi penerus bangsa. “Mereka yang mengabdi di pelosok sering kali menghadapi berbagai tantangan, seperti akses jalan yang sulit. Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan infrastruktur dan keselamatan guru-guru di daerah terpencil,” imbuhnya. Ketua UPZ Kecamatan Bayah Ust. Rofaudin yang turut menyerahkan bantuan, mengapresiasi langkah cepat Baznas dalam merespons kejadian ini. “Kami di UPZ Kecamatan Bayah merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Baznas dalam membantu masyarakat, terutama guru yang menjadi pilar pendidikan. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi beliau untuk terus menjalankan tugas mulianya,” ujar Ketua UPZ. Sementara itu, Ira Sitihumairoh yang menerima bantuan, seorang guru honorer, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Baznas dan UPZ atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kejadian kemarin memang sangat berat, tetapi dukungan dari berbagai pihak membuat saya merasa tidak sendiri. Ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus mengajar dan mengabdi untuk anak-anak di desa ini,” ungkapnya. Insiden yang menimpa guru tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar luas di media sosial. Dalam video itu, terlihat bagaimana kondisi jalan yang licin dan berlumpur menyulitkan aktivitas warga, termasuk guru yang harus melewati jalan tersebut setiap hari untuk menuju sekolah. Baznas Lebak berharap kejadian ini tidak hanya menjadi momentum untuk membantu korban, tetapi juga menginspirasi berbagai pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi guru di daerah terpencil. Selain itu, mereka juga mendorong agar pemerintah dan masyarakat bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan infrastruktur yang sering kali menjadi hambatan utama di wilayah pelosok.
BERITA25/11/2024 | Ichsanudin
BAZNAS KABUPATEN LEBAK HADIRI RAKORDA BAZNAS DAN LAZ SE-PROVINSI BANTEN 2024
BAZNAS KABUPATEN LEBAK HADIRI RAKORDA BAZNAS DAN LAZ SE-PROVINSI BANTEN 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Provinsi Banten tahun 2024 yang berlangsung pada Senin – Rabu 11 -13 November 2024. Kegiatan ini digelar di Hotel Jayakarta anyer. dengan tujuan menyinergikan program, strategi, dan kebijakan pengelolaan zakat guna memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan umat di seluruh wilayah Banten. Rakorda ini dihadiri oleh para pimpinan BAZNAS dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, perwakilan LAZ, serta sejumlah pemangku kepentingan. Acara ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama, akademisi, serta praktisi zakat, yang memberikan pandangan strategis terkait pengelolaan zakat di era digital dan tantangan sosial ekonomi masa kini. Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak KH. Wawan Gunawan menyampaikan bahwa forum ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan visi dan misi pengelolaan zakat di seluruh Banten. “Rakorda adalah wadah kolaborasi, tempat kita merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengelola potensi zakat yang sangat besar di wilayah Banten khususnya Kabupaten Lebak. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat bisa menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mustahik,” jelasnya. Sementara itu, Rakorda juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi oleh BAZNAS dan LAZ yang hadir, antara lain kurangnya pemahaman sebagian masyarakat tentang kewajiban zakat, serta perlunya inovasi teknologi untuk mempermudah akses pembayaran zakat. Untuk mengatasi hal ini, peserta Rakorda sepakat untuk mengintensifkan kampanye literasi zakat di berbagai platform, termasuk memanfaatkan media sosial dan aplikasi digital. Selain membahas isu teknis, Rakorda juga menekankan pentingnya menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat. Salah satu langkah konkret yang disepakati adalah penguatan sistem pelaporan berbasis teknologi yang memungkinkan transparansi kepada publik. Rakorda 2024 ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antar BAZNAS dan LAZ se-Banten. Komitmen ini berisi dukungan penuh terhadap visi bersama untuk menjadikan Provinsi Banten sebagai pusat pengelolaan zakat yang modern, inovatif, dan berdampak signifikan bagi pengentasan kemiskinan. BAZNAS Kabupaten Lebak berharap hasil dari Rakorda ini dapat diimplementasikan dengan optimal di daerah, sehingga cita-cita menjadikan zakat sebagai solusi strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi dapat terwujud. Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, pengelolaan zakat di Provinsi Banten diharapkan dapat menjadi percontohan nasional. Isi Risalah Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS dan LAZ se-Provinsi Banten Tahun 2024 1. Terus menerus memperkuat literasi dan edukasi kelembagaan BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota sebagai Lembaga Pemerintah Non-Struktural (LPNS) serta mewujudkan terintegrasinya BAZNAS dan LAZ se-Provinsi Banten dengan seluruh stakeholder pendukung ekosistem pengelolaan zakat; 2. Menyepakati secara terus menerus untuk memperkuat peran dan fungsi BAZNAS dan LAZ melalui empat pilar penguatan: a) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen Pengelolaan Zakat di Provinsi Banten; b) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Pelaksana; c) Penguatan Infrastruktur dan Transformasi Digital; dan d) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat. 3. Meningkatkan keikutsertaan dan partisipasi aktif BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota serta LAZ dalam perencanaan pembangunan daerah khususnya pada agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan; 4. Menguatkan penataan prosedur standar layanan dan pengelolaan zakat melalui implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) baik BAZNAS maupun LAZ se-Provinsi Banten untuk pengelolaan zakat yang semakin profesional dan terstandar; 5. Menyepakati target total pengumpulan ZIS-DSKL BAZNAS se-Provinsi Banten tahun 2025 target on balance sheet sebesar Rp. 152.117.064.671,- dan target off balance sheet Rp. 779.083.556.083,- 6. Menyepakati target total pengumpulan ZIS-DSKL LAZ di wilayah Provinsi Banten tahun 2025 sebesar Rp. 90.344.841.532,- 7. Menyepakati target Penerima Manfaat dana ZIS-DSKL tahun 2025 sebanyak 2.091.246 jiwa, serta target pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten sebanyak 16.566 jiwa pada tahun 2025; 8. Menyepakati penguatan pengumpulan dengan Pelatihan Amil Fundraising Bersama antara BAZNAS Provinsi Banten, BAZNAS Kab/Kota dan LAZ se-Provinsi Banten; 9. Dalam upaya kolaborasi, koordinasi dan pengendalian zakat di Provinsi Banten, agar LAZ se-Provinsi Banten memberikan tembusan Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) ke BAZNAS Provinsi Banten; 10. Menyampaikan laporan kinerja pengelolaan zakat bulanan dan triwulan dalam Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SiMBA) secara kontinyu dan konsisten; 11. Komitmen menjaga dan meningkatkan reputasi Lembaga Pengelola Zakat di Provinsi Banten dengan menerapkan prinsip Aman Syar’’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
BERITA21/11/2024 | Ichsanudin
DUKUNG PENGELOLAAN ZAKAT, 30 MASJID DAN MUSHOLA DI WANASALAM DIRESMIKAN SEBAGAI UPZ OLEH BAZNAS LEBAK
DUKUNG PENGELOLAAN ZAKAT, 30 MASJID DAN MUSHOLA DI WANASALAM DIRESMIKAN SEBAGAI UPZ OLEH BAZNAS LEBAK
LEBAK – Sebanyak 30 masjid dan mushola di Kecamatan Wanasalam secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak. Penyerahan SK tersebut berlangsung dalam acara yang digelar di Kantor MUI Kecamatan Wanasalam, pada Rabu 13 November 2024. Acara ini dihadiri oleh Camat Wanasalam, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wanasalam, Ketua Unit Pengumpul Zakat Kecamatan Wanasalam, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung optimalisasi pengumpulan zakat di wilayah Kecamatan Wanasalam. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak KH. Wawan gunawan, menyampaikan pentingnya peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap zakat. "Dengan adanya UPZ di masjid dan mushola, kami berharap pengumpulan zakat, infak, dan sedekah menjadi lebih terorganisir dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi mustahik, khususnya di Kecamatan Wanasalam," ujarnya. Pembentukan UPZ di masjid dan mushola ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. “Dengan adanya UPZ di setiap masjid dan mushola, diharapkan masyarakat lebih mudah menunaikan zakat, infaq, dan sedekah. Selain itu, UPZ akan berperan aktif dalam pendistribusian zakat kepada mustahik di lingkungan sekitar,” ungkapnya. Proses pembentukan UPZ ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga verifikasi calon unit. UPZ yang telah terbentuk akan bertugas mengelola zakat, infaq, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat, serta memastikan penyalurannya sesuai dengan syariat Islam. BAZNAS Lebak berharap, keberadaan UPZ di Kecamatan Wanasalam dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berzakat dan mengoptimalkan pengelolaan zakat di tingkat lokal. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lebak melalui pengelolaan zakat yang lebih profesional dan transparan. Ke depan, BAZNAS Lebak berencana membentuk lebih banyak UPZ di wilayah lain untuk memperluas layanan zakat hingga pelosok desa. Dengan semangat kolaborasi, pengelolaan zakat diharapkan menjadi solusi strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Camat Wanasalam, Drs. H. Saepullah, MM, memberikan apresiasi terhadap inisiatif BAZNAS Lebak dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui zakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk keberhasilan program ini. "Program ini adalah wujud nyata kolaborasi yang sangat baik antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat. Dengan adanya Unit Pengumpul Zakat di masjid dan mushola, kita tidak hanya memperkuat peran lembaga keagamaan, tetapi juga mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan UPZ akan membantu memperluas jangkauan pengelolaan zakat di tingkat akar rumput. "Kita berharap keberadaan UPZ ini dapat menjadi katalisator dalam pengentasan kemiskinan. Zakat yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber kekuatan ekonomi bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu," tambahnya. Ia menekankan bahwa masjid dan mushola memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat. "Kami akan terus mendorong agar masyarakat memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah, sehingga keberadaan UPZ ini dapat membawa manfaat yang nyata," tuturnya. Ketua UPZ Kecamatan Wanasalam H. Abidin dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya atas penyerahan SK ini. Ia menegaskan bahwa UPZ Kecamatan Wanasalam siap mendukung pengelolaan zakat yang profesional dan amanah di tingkat masjid dan mushola. "Penyerahan SK ini adalah langkah awal yang sangat baik. Kami berkomitmen untuk mendampingi dan membina setiap UPZ agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan optimal. Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dikumpulkan benar-benar sampai kepada yang berhak dan dapat memberdayakan masyarakat secara luas," ujarnya. Ia juga mengajak para pengurus masjid dan mushola untuk terus bersinergi dengan pihak kecamatan dan BAZNAS Lebak. "Semangat kebersamaan ini akan menjadi kekuatan kita untuk mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera melalui pengelolaan zakat yang baik," tambahnya. Kegiatan ini juga diisi dengan sesi dialog antara pengurus masjid dan mushola dengan pihak BAZNAS Kabupaten Lebak, yang membahas mekanisme pengelolaan zakat secara transparan dan akuntabel. Dengan terbentuknya 30 UPZ di masjid dan mushola tersebut, diharapkan pengumpulan zakat di Kecamatan Wanasalam dapat meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya akan membantu para mustahik, tetapi juga memperkuat peran zakat sebagai salah satu pilar pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lebak.
BERITA19/11/2024 | Ichsanudin
Kolaborasi Kebaikan Baznas Lebak Salurkan Paket Sembako
Kolaborasi Kebaikan Baznas Lebak Salurkan Paket Sembako
Lebak – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak kembali menunjukkan komitmennya untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui program sosial. Kali ini, Baznas Lebak bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung untuk menyalurkan paket sembako kepada keluarga dari warga binaan yang kurang mampu. Kolaborasi ini berlangsung di Lapas Kelas III Rangkasbitung, di mana paket sembako disalurkan langsung kepada warga sekitar yang terdampak secara ekonomi, terutama akibat situasi pandemi yang berkepanjangan. Program distribusi sembako ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara Baznas dan Lapas Kelas III Rangkasbitung untuk memberikan kontribusi nyata dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak. Paket sembako yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, termasuk beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima manfaat. Ketua Baznas Kabupaten Lebak KH.Wawan gunawan, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Lapas ini merupakan salah satu bentuk kepedulian antarinstansi yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. “Bantuan sembako ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab sosial Baznas, terutama dalam mendukung program pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu. Kami berharap bahwa bantuan ini dapat menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi," ujar Ketua Baznas Lebak. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan Lapas Kelas III Rangkasbitung mencerminkan sinergi positif antara lembaga pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan. "Tidak hanya sebatas pada pemberian bantuan, kami juga ingin menggugah semangat kepedulian antarinstansi dan antarwarga agar bersama-sama menghadapi tantangan yang ada," lanjutnya. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung Muhammad Khapi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan Baznas Lebak. “Kami sangat menyambut baik program ini, karena turut melibatkan Lapas dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat. Ini juga menjadi momen yang baik bagi kami untuk meningkatkan pembinaan sosial bagi warga binaan,” katanya. Lebih lanjut, Kepala Lapas juga menjelaskan bahwa program ini melibatkan partisipasi aktif warga binaan dalam proses persiapan paket sembako, yang merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian. "Melalui kegiatan ini, warga binaan kami diberi kesempatan untuk ikut terlibat dalam kegiatan sosial, sehingga mereka dapat merasakan dampak positif dari berbagi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya membantu sesama. Ini adalah proses pembelajaran yang sangat berarti bagi mereka,” jelasnya. Pada pelaksanaan bakti sosial ini juga Lapas kelas III Rangkasbitung bersama Bank BRI dan Puskesmas Rangkasbitung, selain pemberian Sembako ada juga cek kesehatan kepada keluarga warga binaan sekitar ada 50 orang yang mengikuti kegiatan baksos ini. Dengan adanya distribusi sembako ini, diharapkan bahwa kegiatan serupa akan terus berlanjut ke depannya. Baznas dan Lapas Kelas III Rangkasbitung berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan. Program ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas lembaga memiliki dampak positif yang besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah, sinergi seperti ini diharapkan dapat terus terjalin dan berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat dari program-program kemanusiaan dan pemberdayaan.
BERITA11/11/2024 | Ichsanudin
*Dua Majid Diresmikan sebagai Titik Baznas Microfinance Masjid*
*Dua Majid Diresmikan sebagai Titik Baznas Microfinance Masjid*
Lebak, Kamis -BAZNAS Kabupaten Lebak bersama Baznas RI kembali menorehkan langkah penting dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui peluncuran program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM). Program ini resmi diluncurkan pada hari Kamis, 29 Agustus 2024, di dua masjid besar, yakni Masjid al Ikhlas Citra Maja Raya Kecamatan Maja Lebak dan Masjid Darul Barokah Baros Lebak. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Prof. Dr. H. Zainulbahar Nur (Pimpinan Baznas RI), Prof. Dr. H. Sibly Sarjaya (Ketua Baznas Propinsi Banten), dan Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak KH. Wawan Gunawan. Selain itu, hadir juga Kabag Kesra Setda Kab. Lebak Dr. H. Iyan Fitriyana, camat, kades dan tokoh masyarakat. Peluncuran program BAZNAS Microfinance Masjid ini bertujuan untuk memberikan akses permodalan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro yang berada di sekitar masjid atau jamaah masjid. Melalui program ini, BAZNAS berupaya memberdayakan masyarakat agar dapat mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan. Di Masjid Al Ikhlas Citra Maja Raya, Zainulbahar Nur, dalam sambutannya menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mengembalikan peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat. "Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga tempat kita membangun ekonomi umat yang lebih kuat dan mandiri," ujarnya. Sementara itu, Prof. Sibly Sarjaya menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS dengan masjid-masjid di seluruh Indonesia dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Beliau berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di masjid-masjid lain di Banten dan seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak juga menyampaikan harapannya agar program BAZNAS Microfinance Masjid ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Lebak. "Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat sekitar masjid untuk bangkit secara ekonomi dan menjadi lebih mandiri," tuturnya. Peluncuran program ini disambut antusias oleh jamaah dan masyarakat setempat. Diharapkan dengan adanya program BAZNAS Microfinance Masjid, masjid-masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang mampu menggerakkan kesejahteraan umat di sekitarnya. Untuk diketahui, kabupaten Lebak mendapat dua titik BMM. Setiap titik ada 50 mustahik yang diberikan permodalan usaha. Dua titik totalnya berarti 100 mustahik. Semoga memberikan manfaat.
BERITA29/08/2024 | Tim media baznaslebak
BAZNAS Lebak Sosialisasi Zakat Penghasilan ke BPS Lebak
BAZNAS Lebak Sosialisasi Zakat Penghasilan ke BPS Lebak
BAZNAS Kabupaten Lebak mengadakan sosialisasi zakat di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak, Senin, 26 Agustus 2024, pagi. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPS Lebak Eka Yulyani, S.Si., M.Geog., Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak KH. Wawan Gunawan, S.Sos., Wakil Ketua II BAZNAS H. Nurul H. Maarif, serta pelaksana bidang pengumpulan BAZNAS. Juga dihadiri staff BPS Lebak. Dalam sambutannya, Kepala BPS Lebak menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif BAZNAS dalam mengadakan sosialisasi zakat di lingkup instansi pemerintah. Beliau menegaskan pentingnya peran zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Saya juga menghimbau seluruh pegawai BPS untuk berpartisipasi aktif dalam menunaikan zakat profesi melalui BAZNAS,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak menjelaskan bahwa zakat adalah instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat. “Dengan menyalurkan zakat melalui BAZNAS, para muzaki dapat memastikan bahwa zakat mereka dikelola secara profesional dan disalurkan tepat sasaran,” katanya. Wakil Ketua II BAZNAS Lebak juga menambahkan bahwa BAZNAS telah menyusun program-program pemberdayaan mustahik yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat penerima zakat. Karena itu, sosialisasi ini juga menjadi momen penting untuk mengedukasi para pegawai BPS tentang tata cara menghitung zakat dan manfaat berzakat. Pelaksana bidang pengumpulan BAZNAS turut memaparkan mekanisme pengumpulan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS, serta berbagai kemudahan yang ditawarkan untuk memudahkan muzaki dalam menunaikan kewajiban zakatnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pegawai BPS Lebak semakin memahami pentingnya zakat dan berkomitmen untuk menunaikannya secara rutin, sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS dengan instansi pemerintah di Kabupaten Lebak.[]
BERITA26/08/2024 | Tim Media Baznas
Hadiri Launching Rumah Tahfidz di Sobang, Ketua Baznas Beri Bantuan Modal Usaha
Hadiri Launching Rumah Tahfidz di Sobang, Ketua Baznas Beri Bantuan Modal Usaha
Sobang, 21 Agustus 2024 - Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, didampingi Wakil Ketua II, Dr. H. Nurul Maarif, M.A., dan beberapa staff, menghadiri Launching Program Tahfidz Quran di Pondok Pesantren Thoriqotul Jannah, Desa Majasari Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak, Rabu, 21 Agustus 2024. Bertempat di pesantren asuhan K. Eman Awaluddin ini, tampak hadir juga Kepala Desa setempat, Aktivis Tanah Nurari Dede Lukman, para tokoh dan warga masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan lembaga-lembaga pendidikan dalam mendukung program keagamaan seperti Tahfidz Qur'an. Ia berharap program ini dapat mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang berkualitas, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan agama. Sebagai bentuk dukungan nyata, BAZNAS Kabupaten Lebak memberikan bantuan uang sebesar Rp. 5 juta untuk program pemberdayaan ikan lele di Pondok Pesantren Thoriqotul Jannah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta mendukung keberlanjutan program Tahfidz Qur'an. Ketua Baznas, dalam sambutannya, juga menekankan pentingnya zakat sebagai bentuk kontribusi umat Islam dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Ia juga menyanpaikan upaya BAZNAS dalam mendorong program pemberdayaan ekonomi di pesantren. Di lain pihak dari tanah Nurani sebagai Mitra pendistribusian zakat Baznas Lebak Dede Lukman juga menyampaikan bahwa program ini bertujuan bukan hanya sekedar untuk menciptakan generasi muda yang mencintai dan mengamalkan Al-qur'an tetapi juga berharap dapat mencetak 1000 Tahfidz di kecamatan sobang. Lukman juga menambahkan ini menjadi program yang sangat bagus terlebih didalam pelaksanaanya para santri yang belajar Al-qur'an , ini akan menjadi pelahala yang terus mengalir kepada para muzzaki yang menitipkan hartanya ke Baznas Lebak. Acara diakhiri doa bersama dan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS kepada Pimpinan Pondok Pesantren Thoriqotul Jannah. Masyarakat yang turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap program ini.
BERITA22/08/2024 | Tim Media Baznas
*Baznas Lebak Tandatangani MoU dan Sosialisasi Zakat Profesi di Pengadilan Agama Rangkasbitung*
*Baznas Lebak Tandatangani MoU dan Sosialisasi Zakat Profesi di Pengadilan Agama Rangkasbitung*
Bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Agama Rangkas, Senin, 12 Agustus 2024, Pengadilan Agama Rangkasbitung dan Baznas Kab. Lebak bersepakat menjalin kerjasama dalam kegiatan pengumpulan dan pendistribusian zakat. Kesepakayan ini diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Sosialisasi Sakat Profesi, yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak KH. Wawan Gunawan, S.Sos, Ketua Pengadilan Agama Rangkasbitung Dr. Syaiful, S.Ag, MH, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lebak Dr. KH. Nurul Huda Maarif MA, staff Baznas dan pegawai di lingkungan Pengadilan Agama Rangkasbitung. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS menyampaikan pentingnya memanfaatkan potensi zakat, terutama zakat profesi, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beliau menggarisbawahi bahwa potensi zakat profesi dari para pegawai dan karyawan di lingkungan Pengadilan Agama dapat menjadi sumber dana yang signifikan untuk membantu mereka yang membutuhkan, sekaligus memberdayakan masyarakat. Baznas Lebak juga menyerahkan SK UPZ Pengadilan Agama Rangkasbitung yang akan menjadi dasar legalitas kewenangan pengumpulan zakat di lingkungan pengadilan. Ketua Pengadilan Agama Rangkasbitung dalam sambutannya menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memberikan payung hukum dan legalitas dalam pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan Pengadilan Agama. Merespon SK UPZ yang baru saya diserahkan, beliau menekankan bahwa Surat Keputusan (SK) pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Pengadilan Agama menjadi landasan yang kuat untuk melaksanakan pengumpulan dan penyaluran ZIS secara terstruktur dan akuntabel. Dalam sosialisasinya, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lebak menyatakan bahwa zakat profesi dapat dipahami melalui beberapa pendekatan. Salah satunya qiyas kepada zakat pertanian, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Yusuf Qardhawi. Beliau menjelaskan bahwa nishab zakat profesi setara dengan 524 kilogram beras, dan zakat ini dapat dibayarkan setiap kali gajian atau setelah menerima pendapatan. Pendekatan ini memberikan kemudahan bagi para profesional dalam menunaikan kewajiban zakatnya secara konsisten. "Ada pendekatan emas dan pertanian. Kami di Baznas Lebak menggunakan pendekatan pertanian, menyesuaikan Surat Edaran Bupati Lebak No. 183/Kesra/V/2019, supaya ada kesesuaian dengan Pemda," jelasnya. Dengan adanya MoU ini, diharapkan pengumpulan dan penyaluran zakat di lingkungan Pengadilan Agama Rangkasbitung dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menandai langkah awal dalam kolaborasi yang lebih erat antara BAZNAS dan Pengadilan Agama Rangkasbitung dalam pengelolaan zakat profesi, serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat. Semoga Baznas Lebak bisa menjalin kerjasama serupa dengan lembaga-lembaga lainnya.
BERITA12/08/2024 | Sam
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat