WhatsApp Icon
BAZNAS Tanggap Bencana Respon Cepat Rumah Roboh, Bantu Nenek Saniah di Sajira

Lebak – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Lebak kembali menunjukkan respon cepat dalam membantu warga yang tertimpa musibah. Kali ini, bantuan diberikan kepada Saniah (70 tahun), warga Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, yang rumahnya roboh.

 

Peristiwa tersebut menimpa Saniah yang telah puluhan tahun tinggal di rumah tersebut. Kondisi bangunan yang sudah tua diduga menjadi penyebab utama robohnya rumah, sehingga membuat korban kehilangan tempat tinggal.

 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BAZNAS Lebak melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana langsung melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan kepada korban. Bantuan diserahkan oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Lebak, Agus Mutaqin, yang turut didampingi oleh Camat Sajira serta perangkat Desa Maraya.

 

Agus Mutaqin menyampaikan bahwa BAZNAS hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kami bergerak cepat untuk memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu kebutuhan mendesak Ibu Saniah,” ujarnya.

 

Selain penyerahan bantuan, pihak terkait juga melakukan koordinasi untuk penanganan lanjutan agar korban dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

 

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni, serta perlunya perhatian bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

BAZNAS Lebak berharap melalui langkah cepat ini, kehadiran lembaga dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

30/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS lebak
Respon Cepat BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Korban Kebakaran di Sawarna Bayah

Lebak – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Lebak bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Cibeas, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, pada Selasa malam sekitar pukul 21.30 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah beserta harta benda milik warga.

 

Adapun korban dalam kejadian tersebut adalah Eha Julaeha dan Ace, dengan kondisi rumah habis terbakar. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, namun terdapat satu korban mengalami luka patah tulang kaki akibat terkena nozzle selang pemadam saat proses pemadaman api berlangsung.

 

Sebagai bentuk kepedulian, BAZNAS Kabupaten Lebak melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana segera melakukan kunjungan kepada korban serta menyalurkan bantuan. Bantuan berupa uang tunai diserahkan langsung oleh Asda III Kabupaten Lebak yang didampingi oleh Ketua BAZNAS Lebak.

 

Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan bahwa respon cepat ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

 

“BAZNAS hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu kebutuhan mendesak korban,” ujarnya.

 

Selain penyaluran bantuan, tim juga melakukan pemantauan kondisi korban, khususnya yang mengalami luka, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan lanjutan berjalan dengan baik.

 

BAZNAS Lebak mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta terus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama yang tertimpa musibah.

 

24/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Lebak
Tebar Kebahagiaan Ramadan, BAZNAS Lebak Gelar Belanja Bersama Anak Yatim

Lebak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak menggelar kegiatan Belanja Bareng Yatim yang diikuti oleh 45 anak yatim piatu di kawasan Rabinza Rangkasbitung. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Ria Busana sebagai tempat berbelanja pakaian, sekaligus menghadirkan keceriaan bagi anak-anak dengan bermain di wahana Happy Land.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak yatim diberikan kesempatan untuk memilih sendiri pakaian yang mereka inginkan di Ria Busana. Setelah berbelanja, mereka juga diajak bermain di Happy Land sehingga suasana penuh kegembiraan dan kebahagiaan tampak dari wajah para peserta.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

“Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, sekaligus memberikan perhatian dan kasih sayang agar mereka tetap semangat dalam belajar dan meraih cita-cita,” ujar KH. Wawan Gunawan.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Lebak, KH. Nurul Huda Ma’arif, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Manejemen Rabinza,Happy Land, Ria Busana, Ajunt Print, Kreasi, BSN dan NFC yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Semoga kebersamaan ini menjadi bagian dari upaya kita dalam membahagiakan anak-anak yatim,” ungkap KH. Nurul Huda Ma’arif.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BAZNAS Lebak, Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa kegiatan Belanja Bareng Yatim ini bertujuan untuk memberikan perhatian, dukungan moral, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan dengan berbelanja sendiri kebutuhan mereka dan menikmati waktu bermain bersama,” jelas Agus Mutaqin.

BAZNAS Lebak berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terhadap sesama.

 

13/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Lebak
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lebak Gelar Rapat Koordinasi Pembahasan Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026

Lebak – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak menggelar rapat koordinasi pembahasan nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 sebagai upaya memperkuat optimalisasi penghimpunan zakat di Kabupaten Lebak. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Lebak, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BKAD, dan BKPSDM.

Ketua Baznas Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa pembahasan nisab zakat pendapatan dan jasa dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan ketentuan syariat serta kondisi ekonomi terkini. “Penetapan nisab zakat pendapatan dan jasa merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam memberikan kepastian dan pedoman kepada masyarakat, khususnya ASN dan para profesional, agar pelaksanaan zakat berjalan tertib dan sesuai ketentuan,” ujar KH. Wawan Gunawan.

Sementara itu, sambutan dan arahan disampaikan oleh Alkadri, S.IP selaku Asisten Daerah I (Asda I) Pemerintah Kabupaten Lebak. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara Baznas dan perangkat daerah dalam mendorong kesadaran kolektif menunaikan zakat. “Zakat adalah instrumen penting dalam memperkuat kesejahteraan sosial. Pemerintah daerah mendukung penuh kebijakan ini dan berharap seluruh ASN serta elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif melalui mekanisme yang telah ditetapkan,” tegas Alkadri.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lebak, MUI Kabupaten Lebak, serta unsur BKAD dan BKPSDM sebagai bentuk dukungan lintas instansi terhadap tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel.

Kesimpulan Rapat Sebagai hasil akhir rapat koordinasi, disepakati beberapa ketentuan sebagai berikut:

1. Bagi yang telah mencapai nisab sebesar Rp7.640.144, wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari penerimaan gaji, sesuai Keputusan Ketua Baznas Nomor 15 Tahun 2016 tentang Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026.

2. Bagi ASN, karyawan swasta, dan pengusaha yang belum mencapai nisab, dianjurkan berinfak sebesar 1% dari gaji bruto.

3. Bagi perusahaan rekanan Pemerintah Kabupaten Lebak, dianjurkan membayar zakat dan/atau jasa pekerjaan sebesar 1% dari keuntungan 10% melalui UPZ yang ada di perangkat daerah.

4. Bagi masyarakat umum, dianjurkan berinfak sebesar Rp10.000 sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap program pemberdayaan umat. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan penghimpunan zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.

02/03/2026 | Kontributor: Humas Baznas Lebak
Mendulang Berkah Berlimpah: Kekuatan Sedekah Subuh saat Bulan Ramadan

```html

Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa dimana umat Muslim mengalami pembukaan-pintu ampunan dan keberkahan dengan melaksanakan Sedekah Subuh. Sedekah ini memiliki daya tarik spiritual yang luar biasa, terutama dalam menyucikan jiwa dan meningkatkan keberkahan rezeki. Melalui BAZNAS Sidoarjo, kita dapat memahami keistimewaan Sedekah Subuh sebagai amalan yang dapat membawa berbagai kebaikan.

Kenapa Sedekah Subuh Sangat Istimewa?

Sedekah Subuh, dilakukan di saat kebanyakan orang masih tertidur, merupakan bukti ketulusan hati dalam mencari keridhaan Allah SWT. Selain sebagai bentuk kepedulian, sedekah pada waktu fajar juga membantu membersihkan sifat kikir dan kelebihan cinta pada harta duniawi. Pada bulan Ramadan, Sedekah Subuh menjadi salah satu sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang sangat efektif.

1. Magnet Rezeki dan Doa Malaikat

Salah satu kelebihan utama Sedekah Subuh adalah janji keberkahan rezeki. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap pagi, dua malaikat turun untuk mendoakan hamba Allah: satu mendoakan kelipatan ganjaran bagi yang bersedekah, dan satu lagi mendoakan malapetaka bagi yang kikir. Dengan bersedekah di waktu Subuh, seseorang sebenarnya sedang berinvestasi pada surga. Rich tidak akan berkurang akibat memberikan; sebaliknya, Allah akan membuka pintu-pintu kecukupan dari arah yang tidak terduga.

2. Penghapus Dosa dan Penenang Batin

Ramadan merupakan bulan ampunan. Sedekah Subuh membantu melengkapi taubat kita. Secara spiritual, sedekah memiliki kekuatan untuk meredakan kemarahan Allah dan membersihkan dosa-dosa. Hati yang gemar berbagi akan terasa lebih lembut, tenteram, dan lebih mudah bersyukur, sehingga cahaya iman lebih mudah masuk ke dalam hati kita.

3. Melindungi dari Musibah (Menolak Bencana)

Banyak ulama meyakini bahwa Sedekah berfungsi sebagai tameng dari bencana. Dengan memulai hari dengan Sedekah Subuh, seseorang seolah-olah membangun pertahanan ilahi dari berbagai kesulitan hidup. Di tengah Ramadan, Sedekah ini menjadi perisai rohani yang menjaga keselamatan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Tip Konsisten dalam Melakukan Sedekah Subuh bagi Warga Sidoarjo

Memulai kebiasaan baik ini tidak harus dengan jumlah yang besar, yang terpenting adalah konsistensi. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

    <li class="MsoNormal" style="m
23/02/2026 | Kontributor: Humas

Berita Terbaru

BAZNAS Tanggap Bencana Respon Cepat Rumah Roboh, Bantu Nenek Saniah di Sajira
BAZNAS Tanggap Bencana Respon Cepat Rumah Roboh, Bantu Nenek Saniah di Sajira
Lebak &ndash; BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Lebak kembali menunjukkan respon cepat dalam membantu warga yang tertimpa musibah. Kali ini, bantuan diberikan kepada Saniah (70 tahun), warga Kampung Kumpay, Desa Maraya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, yang rumahnya roboh. Peristiwa tersebut menimpa Saniah yang telah puluhan tahun tinggal di rumah tersebut. Kondisi bangunan yang sudah tua diduga menjadi penyebab utama robohnya rumah, sehingga membuat korban kehilangan tempat tinggal. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BAZNAS Lebak melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana langsung melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan kepada korban. Bantuan diserahkan oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Lebak, Agus Mutaqin, yang turut didampingi oleh Camat Sajira serta perangkat Desa Maraya. Agus Mutaqin menyampaikan bahwa BAZNAS hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah. &ldquo;Kami bergerak cepat untuk memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu kebutuhan mendesak Ibu Saniah,&rdquo; ujarnya. Selain penyerahan bantuan, pihak terkait juga melakukan koordinasi untuk penanganan lanjutan agar korban dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni, serta perlunya perhatian bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Lebak berharap melalui langkah cepat ini, kehadiran lembaga dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
BERITA30/03/2026 | Humas BAZNAS lebak
Respon Cepat BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Korban Kebakaran di Sawarna Bayah
Respon Cepat BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Korban Kebakaran di Sawarna Bayah
Lebak &ndash; BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Lebak bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Cibeas, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, pada Selasa malam sekitar pukul 21.30 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah beserta harta benda milik warga. Adapun korban dalam kejadian tersebut adalah Eha Julaeha dan Ace, dengan kondisi rumah habis terbakar. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, namun terdapat satu korban mengalami luka patah tulang kaki akibat terkena nozzle selang pemadam saat proses pemadaman api berlangsung. Sebagai bentuk kepedulian, BAZNAS Kabupaten Lebak melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana segera melakukan kunjungan kepada korban serta menyalurkan bantuan. Bantuan berupa uang tunai diserahkan langsung oleh Asda III Kabupaten Lebak yang didampingi oleh Ketua BAZNAS Lebak. Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan bahwa respon cepat ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah. &ldquo;BAZNAS hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu kebutuhan mendesak korban,&rdquo; ujarnya. Selain penyaluran bantuan, tim juga melakukan pemantauan kondisi korban, khususnya yang mengalami luka, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan lanjutan berjalan dengan baik. BAZNAS Lebak mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta terus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama yang tertimpa musibah.
BERITA24/03/2026 | Humas Baznas Lebak
Tebar Kebahagiaan Ramadan, BAZNAS Lebak Gelar Belanja Bersama Anak Yatim
Tebar Kebahagiaan Ramadan, BAZNAS Lebak Gelar Belanja Bersama Anak Yatim
Lebak &ndash; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak menggelar kegiatan Belanja Bareng Yatim yang diikuti oleh 45 anak yatim piatu di kawasan Rabinza Rangkasbitung. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Ria Busana sebagai tempat berbelanja pakaian, sekaligus menghadirkan keceriaan bagi anak-anak dengan bermain di wahana Happy Land. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak yatim diberikan kesempatan untuk memilih sendiri pakaian yang mereka inginkan di Ria Busana. Setelah berbelanja, mereka juga diajak bermain di Happy Land sehingga suasana penuh kegembiraan dan kebahagiaan tampak dari wajah para peserta. Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak yatim. &ldquo;Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, sekaligus memberikan perhatian dan kasih sayang agar mereka tetap semangat dalam belajar dan meraih cita-cita,&rdquo; ujar KH. Wawan Gunawan. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Lebak, KH. Nurul Huda Ma&rsquo;arif, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. &ldquo;Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Manejemen Rabinza,Happy Land, Ria Busana, Ajunt Print, Kreasi, BSN dan NFC yang telah bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Semoga kebersamaan ini menjadi bagian dari upaya kita dalam membahagiakan anak-anak yatim,&rdquo; ungkap KH. Nurul Huda Ma&rsquo;arif. Di sisi lain, Kepala Pelaksana BAZNAS Lebak, Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa kegiatan Belanja Bareng Yatim ini bertujuan untuk memberikan perhatian, dukungan moral, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. &ldquo;Kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan dengan berbelanja sendiri kebutuhan mereka dan menikmati waktu bermain bersama,&rdquo; jelas Agus Mutaqin. BAZNAS Lebak berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terhadap sesama.
BERITA13/03/2026 | Humas Baznas Lebak
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lebak Gelar Rapat Koordinasi Pembahasan Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lebak Gelar Rapat Koordinasi Pembahasan Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026
Lebak &ndash; Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak menggelar rapat koordinasi pembahasan nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 sebagai upaya memperkuat optimalisasi penghimpunan zakat di Kabupaten Lebak. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Lebak, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BKAD, dan BKPSDM. Ketua Baznas Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa pembahasan nisab zakat pendapatan dan jasa dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan ketentuan syariat serta kondisi ekonomi terkini. &ldquo;Penetapan nisab zakat pendapatan dan jasa merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam memberikan kepastian dan pedoman kepada masyarakat, khususnya ASN dan para profesional, agar pelaksanaan zakat berjalan tertib dan sesuai ketentuan,&rdquo; ujar KH. Wawan Gunawan. Sementara itu, sambutan dan arahan disampaikan oleh Alkadri, S.IP selaku Asisten Daerah I (Asda I) Pemerintah Kabupaten Lebak. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara Baznas dan perangkat daerah dalam mendorong kesadaran kolektif menunaikan zakat. &ldquo;Zakat adalah instrumen penting dalam memperkuat kesejahteraan sosial. Pemerintah daerah mendukung penuh kebijakan ini dan berharap seluruh ASN serta elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif melalui mekanisme yang telah ditetapkan,&rdquo; tegas Alkadri. Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lebak, MUI Kabupaten Lebak, serta unsur BKAD dan BKPSDM sebagai bentuk dukungan lintas instansi terhadap tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel. Kesimpulan Rapat Sebagai hasil akhir rapat koordinasi, disepakati beberapa ketentuan sebagai berikut: 1. Bagi yang telah mencapai nisab sebesar Rp7.640.144, wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari penerimaan gaji, sesuai Keputusan Ketua Baznas Nomor 15 Tahun 2016 tentang Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026. 2. Bagi ASN, karyawan swasta, dan pengusaha yang belum mencapai nisab, dianjurkan berinfak sebesar 1% dari gaji bruto. 3. Bagi perusahaan rekanan Pemerintah Kabupaten Lebak, dianjurkan membayar zakat dan/atau jasa pekerjaan sebesar 1% dari keuntungan 10% melalui UPZ yang ada di perangkat daerah. 4. Bagi masyarakat umum, dianjurkan berinfak sebesar Rp10.000 sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap program pemberdayaan umat. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan penghimpunan zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA02/03/2026 | Humas Baznas Lebak
Mendulang Berkah Berlimpah: Kekuatan Sedekah Subuh saat Bulan Ramadan
Mendulang Berkah Berlimpah: Kekuatan Sedekah Subuh saat Bulan Ramadan
```html Bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa dimana umat Muslim mengalami pembukaan-pintu ampunan dan keberkahan dengan melaksanakan Sedekah Subuh. Sedekah ini memiliki daya tarik spiritual yang luar biasa, terutama dalam menyucikan jiwa dan meningkatkan keberkahan rezeki. Melalui BAZNAS Sidoarjo, kita dapat memahami keistimewaan Sedekah Subuh sebagai amalan yang dapat membawa berbagai kebaikan. Kenapa Sedekah Subuh Sangat Istimewa? Sedekah Subuh, dilakukan di saat kebanyakan orang masih tertidur, merupakan bukti ketulusan hati dalam mencari keridhaan Allah SWT. Selain sebagai bentuk kepedulian, sedekah pada waktu fajar juga membantu membersihkan sifat kikir dan kelebihan cinta pada harta duniawi. Pada bulan Ramadan, Sedekah Subuh menjadi salah satu sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang sangat efektif. 1. Magnet Rezeki dan Doa Malaikat Salah satu kelebihan utama Sedekah Subuh adalah janji keberkahan rezeki. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap pagi, dua malaikat turun untuk mendoakan hamba Allah: satu mendoakan kelipatan ganjaran bagi yang bersedekah, dan satu lagi mendoakan malapetaka bagi yang kikir. Dengan bersedekah di waktu Subuh, seseorang sebenarnya sedang berinvestasi pada surga. Rich tidak akan berkurang akibat memberikan; sebaliknya, Allah akan membuka pintu-pintu kecukupan dari arah yang tidak terduga. 2. Penghapus Dosa dan Penenang Batin Ramadan merupakan bulan ampunan. Sedekah Subuh membantu melengkapi taubat kita. Secara spiritual, sedekah memiliki kekuatan untuk meredakan kemarahan Allah dan membersihkan dosa-dosa. Hati yang gemar berbagi akan terasa lebih lembut, tenteram, dan lebih mudah bersyukur, sehingga cahaya iman lebih mudah masuk ke dalam hati kita. 3. Melindungi dari Musibah (Menolak Bencana) Banyak ulama meyakini bahwa Sedekah berfungsi sebagai tameng dari bencana. Dengan memulai hari dengan Sedekah Subuh, seseorang seolah-olah membangun pertahanan ilahi dari berbagai kesulitan hidup. Di tengah Ramadan, Sedekah ini menjadi perisai rohani yang menjaga keselamatan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Tip Konsisten dalam Melakukan Sedekah Subuh bagi Warga Sidoarjo Memulai kebiasaan baik ini tidak harus dengan jumlah yang besar, yang terpenting adalah konsistensi. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan: &lt;li class="MsoNormal" style="m
BERITA23/02/2026 | Humas
Kemenag Menegaskan Dana Zakat Tidak Dipakai untuk Program Santapan Gratis yang Bergizi
Kemenag Menegaskan Dana Zakat Tidak Dipakai untuk Program Santapan Gratis yang Bergizi
Kemenag Tegaskan Dana Zakat Tidak Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) telah memberikan klarifikasi resmi mengenai kebingungan dalam pemanfaatan dana zakat di tengah masyarakat. Kemenag menegaskan bahwa tidak ada kebijakan yang mengalokasikan dana zakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Thobib Al-Asyhar, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, menyatakan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia haruslah tunduk pada koridor Syariat Islam dan regulasi negara yang berlaku. Zakat tetap fokus pada delapan golongan (Asnaf) yang berhak menerima bantuan, termasuk fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan Ibnu Sabil. Penyaluran dana zakat mengacu pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan peruntukan zakat yang telah diatur dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 60. Kemenag memastikan bahwa dana zakat harus dikelola dengan prinsip pemerataan dan keadilan, dengan prioritas utama untuk mengentaskan kemiskinan dan membantu golongan yang membutuhkan sesuai kriteria Asnaf. Thobib Al-Asyhar menegaskan, "Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan. Tidak ada kaitan antara dana zakat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena prioritas utama adalah hak delapan golongan yang telah ditetapkan." Diharapkan dengan penjelasan ini, masyarakat tetap tenang dan mendukung penguatan tata kelola zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh golongan yang benar-benar berhak menerimanya.
BERITA23/02/2026 | Humas BAZNAS Prov Malut
Manfaat Beramal dengan Sedekah Pagi saat Bulan Ramadan
Manfaat Beramal dengan Sedekah Pagi saat Bulan Ramadan
"Keutamaan Sedekah Subuh di Bulan Ramadan: Pintu Rezeki dan Keberkahan" Bulan Ramadan adalah saat di mana setiap amalan ibadah dilipatgandakan pahalanya, termasuk Sedekah Subuh. Amalan ini membawa keberkahan, kelapangan rezeki, serta perlindungan dari kesulitan hidup. Dalam kehidupan modern yang cepat, Sedekah Subuh menjadi amalan sederhana namun berdampak besar. Amalan ini mengajarkan keikhlasan dan kepedulian sosial. Sedekah Subuh tidak hanya tentang memberi, tapi juga membersihkan hati dari sifat-sifat negatif. Amalan ini juga berkaitan dengan doa yang mustajab serta kepekaan terhadap sesama. Sedekah Subuh: Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan Sedekah Subuh diyakini membawa keberkahan rezeki dan kelapangan hidup. Dilakukan secara konsisten, amalan ini memperkuat iman dan ketakwaan umat Islam. Sedekah Subuh juga berdampak pada waktu mustajab doa dan mempercepat dikabulkannya permohonan. Selain itu, amalan ini membantu membersihkan hati dan memperkuat hubungan vertikal dengan Allah. Keutamaan Sedek
BERITA23/02/2026 | Humas
Kebijakan Zakat Fitrah dan Fidyah Secara Online: Apakah Sah Membayar Melalui Transfer dan Aplikasi Digital? Temukan Informasinya di Sini
Kebijakan Zakat Fitrah dan Fidyah Secara Online: Apakah Sah Membayar Melalui Transfer dan Aplikasi Digital? Temukan Informasinya di Sini
Dengan kemajuan teknologi digital, mempermudah pelaksanaan kewajiban agama seperti zakat fitrah dan fidyah bagi umat Islam. Metode pembayaran semakin beragam, mulai dari transfer bank hingga platform pembayaran online. Namun, pertanyaannya, apakah pembayaran zakat fitrah dan fidyah secara daring tetap sesuai dengan syariat Islam? Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu sebelum Idul Fitri, sebanyak 2,5 kilogram bahan makanan pokok seperti beras. Tujuannya adalah membantu fakir miskin merayakan Idul Fitri dengan gembira dan melengkapi ibadah puasa Ramadan. Menurut fikih, sahnya zakat fitrah tergantung pada rukun dan syarat, bukan pada cara pembayarannya. Karena itu, pembayaran daring melalui transfer bank atau sistem online dianggap sah asalkan dana diterima oleh yang berhak sebelum batas waktu. Pembayaran online zakat fitrah pada dasarnya adalah akad wakalah di mana muzakki memberikan kuasa kepada lembaga amil untuk menyalurkan zakatnya. Asal pihak yang diberi amanah menjalankan tugas sesuai syariat, pembayaran semacam ini diakui sah. Hal serupa berlaku untuk fidyah, kewajiban bagi yang tidak mampu berpuasa Ramadan. Pembayaran fidyah online juga sah jika dilakukan dengan niat yang tulus dan disalurkan tepat waktu. Fidyah dapat dibayarkan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin atau senilai makanan setiap hari puasa yang ditinggalkan. Dengan teknologi digital, pembayaran zakat fitrah maupun fidyah semakin praktis dan efisien terutama bagi masyarakat modern yang bergerak aktif atau terpisah jauh. Sebelum membayar, pastikan memilih lembaga resmi dan terpercaya agar dana tersalurkan dengan benar. Kesimpulannya, dengan teknologi saat ini, tidak ada alasan lagi untuk menunda kewajiban zakat fitrah maupun fidyah. Metode pembayaran boleh beragam, namun pentingnya keikhlasan, tepat waktu, dan ketentuan syariat tetap menjadi hal yang utama. Wilayah Kabupaten Kulon Progo menyediakan layanan zakat offline maupun online. Besaran zakat fitrah dan fidyah Ramadhan 1447 H/2026 M untuk wilayah tersebut juga telah diatur secara resmi. Silakan akses informasi lebih lanjut mengenai pembayaran zakat dan sedekah di Kabupaten Kulon Progo melalui link: [https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah](https://kabkulonprogo.baznas.go.id/sedekah)
BERITA23/02/2026 | Humas Baznas KP
Bisakah Berpuasa Tanpa Sahur? Inilah 7 Jawaban Penuh Hikmah dari Perspektif Islam yang Membangun Keimanan
Bisakah Berpuasa Tanpa Sahur? Inilah 7 Jawaban Penuh Hikmah dari Perspektif Islam yang Membangun Keimanan
Dalam Islam, sering kali muncul pertanyaan mengenai apakah puasa tanpa sahur dapat diterima, terutama ketika seseorang terlambat bangun atau dalam kondisi khusus. Puasa merupakan ibadah dengan aturan yang jelas, namun juga penuh dengan kemudahan dan rahmat. Penting untuk memahami hukum sahur agar ibadah puasa tetap valid dan mendapatkan pahala. Dalam ajaran fiqih Islam, perdebatan mengenai boleh atau tidaknya puasa tanpa sahur tidak hanya berhubungan dengan sah atau tidaknya ibadah, melainkan juga mengenai kesempurnaan ibadah. Para ulama menekankan bahwa ibadah bukan hanya soal kesahihan secara hukum, tetapi juga meliputi penerapan sunnah Nabi agar nilainya lebih tinggi di mata Allah SWT. Sebagian besar ulama sepakat bahwa puasa tanpa sahur tetap sah, meskipun sahur dianggap sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, bukan rukun puasa. Sahur menjadi salah satu identitas utama dalam menandai puasa umat Islam. Rasulullah bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur" (HR. Muslim). Meskipun diperbolehkan untuk berpuasa tanpa sahur, meninggalkan sahur tanpa alasan yang jelas berarti mengurangi keutamaan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Sahur memiliki nilai berkah, baik secara fisik maupun spiritual, meskipun tidak ada larangan langsung dalam meninggalkannya. Artinya, puasa tanpa sahur tetap sah, namun keutamaannya berkurang. Dalam ajaran Islam, puasa tanpa sahur tetap berhak mendapatkan pahala, asalkan niatnya tulus dan puasa dijalankan sesuai syariat. Namun, pahala tersebut bisa lebih sempurna jika juga melibatkan amalan sunnah, termasuk sahur. Ayat Al-Qur'an menunjukkan bahwa Islam memiliki kemurahan, termasuk dalam hal berpuasa tanpa sahur. Meskipun diizinkan, ada beberapa kondisi yang sering kali membuat seseorang tidak dapat sahur, seperti tertidur, sakit, atau memiliki pekerjaan yang berat dengan waktu terbatas. Dalam kondisi tersebut, puasa masih tetap sah dan tidak berdosa, namun disarankan untuk tetap berniat puasa sejak malam hari. Dalam menjalankan puasa tanpa sahur, terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan, seperti memperbanyak minum air saat berbuka, mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi aktivitas berat, serta memperbanyak dzikir dan doa. Langkah-langkah ini dapat membantu menjaga stamina agar puasa tetap optimal. Kesimpulannya, puasa tanpa sahur diperbolehkan dalam Islam, namun tetap sangat dianjurkan untuk melakukan sahur karena mengandung berkah dan mengikuti contoh Rasulullah. Dengan memahami hal ini, seorang muslim akan lebih termotivasi untuk menjaga sahur meskipun dengan cara sederhana.
BERITA23/02/2026 | BAZNAS
Panduan Zakat Fitrah Baznas: Ketentuan, Jumlah, dan Metode Pembayaran Tahun 2026
Panduan Zakat Fitrah Baznas: Ketentuan, Jumlah, dan Metode Pembayaran Tahun 2026
Informasi Zakat Fitrah dari BAZNAS Zakat Fitrah: Kewajiban Setiap Muslim Zakat Fitrah harus dikeluarkan oleh setiap individu Muslim, baik pria maupun wanita, selama bulan Ramadan sebelum Shalat Idul Fitri digelar. Hal ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang menekankan kewajiban ini untuk semua individu Muslim. Manfaat dan Makna Zakat Fitrah Zakat Fitrah bukan hanya sarana untuk membersihkan diri setelah berpuasa selama sebulan penuh, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial. Tujuannya adalah agar saudara-saudara yang kurang mampu juga bisa merasakan kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri. Syarat dan Ketentuan Wajib Zakat Seorang individu wajib membayar Zakat Fitrah jika memenuhi kriteria berikut: Beragama Islam. Ikut hidup saat bulan Ramadan (termasuk bayi yang lahir sebelum akhir Ramadan). Memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri. Besaran Zakat Fitrah Tahun 2026 (1447 H) Berdasarkan keputusan dewan syariah tahun 2026, besaran zakat yang harus dikeluarkan adalah: Beras/Makanan Pokok: 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Uang Tunai: Rp35.000,00 per jiwa. Waktu Pembayaran dan Penyaluran Zakat Fitrah dapat dibayarkan sejak awal Ramadan dan paling lambat sebelum Shalat Idul Fitri dilaksanakan. BAZNAS akan menyalurkan zakat yang terkumpul kepada para mustahik secara tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan saat merayakan Idul Fitri. Tunaikan Kewajiban Anda Sekarang Jangan menunda kewajiban Anda untuk menyucikan harta dan berbagi kebahagiaan. Anda dapat membayar zakat secara praktis dan aman melalui layanan digital BAZNAS Kabupaten Kuningan. Klik tautan berikut untuk membayar.
BERITA23/02/2026 | Humas
7 Potensi Bahaya Fatal Ghibah saat Puasa yang Harus Anda Waspadai
7 Potensi Bahaya Fatal Ghibah saat Puasa yang Harus Anda Waspadai
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga lisan, hati, dan perbuatan. Namun, sayangnya, banyak yang meremehkan praktik ghibah sebagai pembatal pahala puasa. Padahal, dosa ini dapat mengikis pahala yang sudah dikumpulkan sejak fajar hingga matahari terbenam. Banyak orang yang berpuasa namun tidak menyadari bahwa mereka kehilangan nilai ibadah karena tidak mampu mengendalikan ucapannya. Fenomena ghibah sebagai penggugur pahala puasa bukan hanya sebagai peringatan moral, tetapi memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadits. Ghibah merujuk pada membicarakan keburukan orang lain yang benar adanya namun tanpa persetujuan dari orang tersebut. Dalam bulan Ramadan atau saat melakukan puasa sunnah, dosa ini menjadi lebih berbahaya karena dapat merusak esensi ibadah yang seharusnya membersihkan jiwa. Para ulama menjelaskan bahwa ghibah sebagai penggugur pahala puasa didasarkan pada sabda Rasulullah. Dalam hadits dari Sahih Bukhari, Rasulullah menegaskan bahwa Allah tidak butuh pada puasa seseorang jika ia tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta. Hal ini menekankan bahwa puasa bukan sekadar ibadah fisik, tetapi juga melibatkan kontrol atas lisan dan hati. Dalam hadits lain dari Sahih Muslim, Rasulullah menggambarkan bahwa orang yang bangkrut di hari kiamat adalah mereka yang membawa pahala shalat dan puasa namun habis karena mempersekutukan orang lain, termasuk melalui ucapannya. Ini menggambarkan bagaimana ghibah sebagai penggugur pahala puasa dapat mengakibatkan kehilangan ganjaran ibadah. Al-Qur'an dalam Surat Al-Hujurat ayat 12 menggambarkan ghibah seperti memakan bangkai saudara sendiri, menunjukkan betapa buruknya perbuatan tersebut. Oleh karena itu, ghibah sebagai penggugur pahala puasa merupakan ancaman serius bagi kualitas ibadah seorang muslim. Tujuh bahaya serius ghibah saat berpuasa antara lain menghapus pahala secara perlahan, menodai kesucian Ramadan, memindahkan pahala kepada orang lain, mengotori hati, menghilangkan keberkahan ibadah, menyebabkan permusuhan sosial, dan mengundang azab di akhirat. Untuk menghindari ghibah saat berpuasa, dianjurkan untuk banyak berdzikir dan membaca Al-Qur'an, menyadari konsekuensi berat dari ghibah, serta mengalihkan topik jika berada di lingkungan yang membicarakan aib orang lain. Melalui muhasabah harian dan pertanyaan pada diri sendiri sebelum berbicara, diharapkan dapat menjauhkan diri dari praktik yang dapat menggugurkan pahala puasa.
BERITA23/02/2026 | BAZNAS
Kelompok yang Memenuhi Syarat untuk Menerima Zakat
Kelompok yang Memenuhi Syarat untuk Menerima Zakat
Golongan yang Berhak Menerima Zakat Allah SWT telah menetapkan bahwa zakat hanya diberikan kepada delapan golongan (disebut asnaf) sesuai dengan Al-Qur'an, yaitu: fakir, miskin, amil, mu'allaf, riqab (budak), gharim, sabilillah, dan ibnu sabil. 1. Fakir dan 2. Miskin Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta atau pekerjaan yang mencukupi kebutuhan pokoknya, sementara miskin adalah orang yang memiliki penghasilan namun belum mencukupi kebutuhan hidupnya. Catatan: Fakir: penghasilan kurang dari 50% kebutuhan Miskin: penghasilan di atas 50% namun belum mencukupi standar kecukupan. Bantuan yang diberikan bisa berupa konsumsi bagi yang tidak produktif atau modal usaha bagi yang produktif. 3. Amil Zakat Amil adalah petugas resmi yang mengelola zakat mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga pendistribusian. Di Indonesia, peran ini dijalankan oleh lembaga resmi seperti Baznas Kabupaten Kayong Utara yang beroperasi dengan amanah sesuai syariat dan regulasi negara. 4. Mu'allaf Mu'allaf adalah orang yang hatinya dilunakkan agar lebih mendekat kepada Islam, seperti mereka yang baru masuk Islam, tokoh yang diharapkan memberi pengaruh positif, atau pihak yang diharapkan mendukung kepentingan umat Islam. 5. Riqab (Budak) Riqab adalah budak yang berusaha memerdekakan dirinya. Dalam konteks modern, hal ini sering diartikan sebagai usaha pembebasan dari penindasan atau ketergantungan yang tidak manusiawi. 6. Gharim (Orang Berhutang) Gharim adalah orang yang memiliki hutang namun tidak mampu melunasinya, baik untuk kebutuhan hidup maupun untuk kemaslahatan seperti mendamaikan konflik. 7. Sabilillah Sabilillah mencakup segala aktivitas di jalan Allah SWT seperti dakwah, pendidikan Islam, kegiatan sosial keagamaan, dan upaya kemaslahatan umat. 8. Ibnu Sabil Ibnu Sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan dan membutuhkan bantuan untuk melanjutkan perjalanan. Penegasan Penting Zakat harus disalurkan kepada pihak yang benar-benar berhak sesuai ketentuan syariat. Penyaluran melalui lembaga resmi seperti Baznas Kabupaten Kayong Utara membantu memastikan bahwa zakat tepat sasaran, dikelola secara profesional, memberikan damp
BERITA22/02/2026 | Ust. Aziz Rijan
Amalan Sunnah yang Sangat Direkomendasikan di Bulan Ramadhan di Sulawesi Selatan
Amalan Sunnah yang Sangat Direkomendasikan di Bulan Ramadhan di Sulawesi Selatan
Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel Hari Ke-4 Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan puasa wajib, tetapi juga dengan meningkatkan amalan sunnah di bulan Ramadhan yang dapat menyempurnakan ibadah. Saat memasuki hari keempat, semangat ibadah harus ditingkatkan, bukan menurun. Bagi umat Islam di Sulawesi Selatan, Ramadhan merupakan waktu untuk memperkuat spiritualitas dan meningkatkan kepedulian sosial. Oleh karena itu, pemahaman dan praktik amalan sunnah Rasulullah SAW menjadi bagian penting dalam merayakan bulan penuh keberkahan ini. Lalu, apa saja amalan sunnah di bulan Ramadhan yang disarankan? 1. Shalat Tarawih Berjamaah Shalat Tarawih merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri pernah melaksanakannya secara berjamaah, dan tradisi ini kemudian diikuti oleh para sahabat. Di berbagai masjid di Makassar dan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, suasana Tarawih menjadi simbol persatuan umat. Menjaga konsistensi dalam melaksanakan Tarawih hingga akhir Ramadhan merupakan wujud kesungguhan dalam beribadah. 2. Memperbanyak Tilawah Al-Qur'an Ramadhan dianggap sebagai bulan turunnya Al-Qur'an. Oleh karena itu, membaca dan merenungkan Al-Qur'an merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Menetapkan target bacaan harian, seperti satu juz per hari, dapat membantu menyelesaikan bacaan dalam 30 hari. Lebih penting untuk konsisten daripada membaca dalam jumlah besar namun tidak terjaga. 3. Bersedekah dan Memperbanyak ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) Sedekah adalah salah satu amalan sunnah yang sangat ditekankan selama Ramadhan. Rasulullah SAW terkenal sebagai sosok yang paling dermawan, dan kedermawanannya meningkat di bulan Ramadhan. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, sedekah dan zakat bukan hanya sebagai ibadah pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari budaya gotong royong. Menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dapat memastikan bahwa dana umat dikelola secara profesional, transparan, dan mengenai sasaran di seluruh wilayah Sulsel. 4. Memberi Makan Orang yang Berbuka Memberi makan orang yang sedang berbuka puasa memiliki pahala besar tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa. Tradisi berbagi takjil di berbagai lokasi di Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan adalah bukti dari solidaritas sosial yang kuat di bulan Ramadhan. 5. Qiyamul Lail dan Doa di Sepertiga Malam Bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan shalat tahajud dan berdoa merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Waktu tersebut diyakini sebagai waktu yang paling dikabulkan doanya untuk memohon ampunan dan keberkahan. Saat memasuki hari keempat Ramadhan, ini adalah saat yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan qiyamul lail secara konsisten. Mengapa Amalan Sunnah Penting di Awal Ramadhan? Memperoleh kebiasaan yang baik dalam empat hari pertama Ramadhan dapat membantu mempertahankan konsistensi hingga akhir bulan. Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas dan dampaknya terhadap diri sendiri dan masyarakat. Menggabungkan ibadah pribadi seperti tilawah dan qiyamul lail dengan amalan sosial seperti zakat dan sedekah akan membuat Ramadhan menjadi lebih bermakna dan memiliki dampak yang luas bagi kesejahteraan umat di
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Tips Membuat Rencana Ibadah Selama 30 Hari
Tips Membuat Rencana Ibadah Selama 30 Hari
Cara Membuat Target Ibadah Selama 30 Hari Ada satu hal yang sering kita lupakan saat semangat ibadah sedang tinggi: semangat saja tidak cukup, kita juga butuh arah. Tanpa perencanaan, ibadah mudah naik-turun, tergantung suasana hati dan kesibukan. Karena itu, membuat target ibadah selama sebulan&mdash;terutama di bulan Ramadhan atau dalam periode pembinaan diri&mdash;menjadi langkah penting agar usaha kita lebih konsisten dan terukur. Target bukan untuk membebani diri, melainkan untuk membantu kita bertumbuh sedikit demi sedikit. Ibadah yang direncanakan dengan baik akan terasa lebih ringan, teratur, dan insyaAllah lebih berdampak. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan: 1. Mulai dari Evaluasi Diri Sebelum membuat target, luangkan waktu untuk bertanya dengan jujur pada diri sendiri: - Bagaimana kualitas shalat wajib saya selama ini? - Seberapa rutin saya membaca Al-Qur'an? - Apakah saya sudah membiasakan sedekah? - Ibadah apa yang paling sering saya tinggalkan? Evaluasi ini bukan untuk menyalahkan diri, tetapi untuk mengetahui titik awal. Kita tidak bisa menyusun peta perjalanan jika tidak tahu posisi kita saat ini. Tuliskan kekuatan dan kelemahan ibadah Anda. Dari sanalah target akan disusun. 2. Tentukan Tujuan yang Realistis dan Bertahap Kesalahan yang sering terjadi adalah membuat target terlalu tinggi di awal, lalu berhenti di tengah jalan. Alih-alih langsung menargetkan khatam 3 kali dalam 30 hari, mungkin bisa dimulai dengan: - 1 juz per hari, atau - 5&ndash;10 halaman per hari secara konsisten. Alih-alih menargetkan semua shalat sunnah sekaligus, bisa dimulai dari: - Menjaga qabliyah dan ba'diyah, - Lalu menambah dhuha, - Kemudian witir secara rutin. Prinsipnya sederhana: kecil tapi konsisten lebih baik daripada besar tapi terhenti. 3. Bagi Target Menjadi Harian dan Mingguan Agar lebih mudah dijalankan, pecah target 30 hari menjadi bagian kecil: Target Harian: - Shalat wajib tepat waktu - Tilawah 5&ndash;10 halaman - Dzikir pagi dan petang - Sedekah (meski kecil) - Shalat sunnah tertentu Target Mingguan: - Menyelesaikan 1&ndash;2 juz - Mengikuti kajian - Menghafal 1&ndash;2 ayat baru - Evaluasi capaian ibadah Dengan pembagian ini, kita tidak merasa terbebani oleh angka &ldquo;30 hari&rdquo;, tetapi fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini. 4. Buat Checklist Ibadah Checklist sederhana bisa sangat membantu menjaga konsistensi. Anda bisa mencetak tabel ini atau membuatnya di buku khusus. Tanda centang kecil setiap hari akan memberi rasa puas dan memotivasi untuk terus melanjutkan. 5. Siapkan Strategi Menjaga Konsistensi Semangat biasanya tinggi di awal, lalu perlahan menurun. Beberapa cara untuk menjaganya: - Pasang niat yang kuat: Luruskan bahwa target ini untuk mendekat kepada Allah, bukan sekadar mengejar angka. - Cari teman seperjalanan: Ajak keluarga atau sahabat membuat target bersama. - Tetapkan waktu khusus: Misalnya tilawah setelah Subuh atau sebelum tidur. - Jangan menyerah saat bolong: Jika satu hari terlewat, jangan berhenti. Lanjutkan esok hari tanpa rasa putus asa. - Lakukan evaluasi mingguan: Apa yang kurang? Apa yang perlu disesuaikan? Ingat, tujuan utama bukan kesempurnaan, melainkan perbaikan berkel
BERITA22/02/2026 | MF
Rekam Jejak Doa-Da Mustajab Saat Bulan Suci Ramadhan di Sulawesi Selatan
Rekam Jejak Doa-Da Mustajab Saat Bulan Suci Ramadhan di Sulawesi Selatan
Doa-Doa Mustajab di Bulan Ramadhan: Sulawesi Selatan Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel Hari Ke-3 Bulan suci Ramadhan dipandang sebagai kesempatan emas untuk memperbanyak doa. Para ulama menjelaskan bahwa doa-doa yang dipanjatkan dalam bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri karena suasana spiritual yang lebih kuat dan pintu rahmat Allah SWT yang terbuka lebar. Bagi umat Islam di Sulawesi Selatan, Ramadhan bukan sekadar soal menahan lapar dan haus, melainkan juga tentang mempertajam hubungan spiritual dengan Allah melalui doa yang penuh ketulusan dan harapan. Pertanyaan muncul, kapan waktu-waktu doa yang mustajab di bulan Ramadhan? Berikut adalah beberapa di antaranya: 1. Doa Saat Berbuka Puasa Salah satu waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan adalah ketika menyambut waktu berbuka puasa. Rasulullah SAW telah mengatakan bahwa orang yang sedang berpuasa memiliki doa yang tidak akan ditolak saat berbuka puasa. Momen ini disorot sebagai waktu di mana hati seseorang sangat lembut dan penuh ketundukan setelah menjalani puasa sepanjang hari. Sebaiknya, manfaatkan waktu beberapa menit sebelum adzan Maghrib untuk memanjatkan doa terbaik bagi diri sendiri, keluarga, dan umat sekitar. 2. Doa di Sepertiga Malam Terakhir Sepertiga malam terakhir dianggap sebagai waktu istimewa untuk bermunajat. Pada waktu ini, Allah SWT memperlihatkan pintu ampunan-Nya dan mengabulkan doa hamba-Nya yang sungguh-sungguh memohon. Di berbagai masjid di Kota Makassar dan sekitarnya, semangat umat Islam dalam menjalankan qiyamul lail di bulan Ramadhan menjadi bukti kecintaan mereka dalam mencari ridha Allah. 3. Doa Saat Sujud dan Setelah Shalat Posisi sujud adalah momen di mana seorang hamba berada pada jarak paling dekat dengan Tuhannya. Memperbanyak doa saat sujud dan setelah menunaikan shalat wajib maupun sunnah di bulan Ramadhan dianggap sebagai amalan yang sangat dianjurkan. Ramadhan memberikan suasana spiritual yang lebih kuat untuk memperbanyak istighfar, doa rezeki, doa keberkahan, dan doa keselamatan umat. 4. Doa di Malam Lailatul Qadar Sepuluh hari terakhir dalam bulan Ramadhan dianggap sebagai masa puncak pencarian malam Lailatul Qadar. Doa yang dianjur
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Nisab Zakat Pendapatan Tahun 2026 Ditentukan oleh Ketua BAZNAS RI: Rp7,64 Juta per Bulan
Nisab Zakat Pendapatan Tahun 2026 Ditentukan oleh Ketua BAZNAS RI: Rp7,64 Juta per Bulan
Umat Lebih Mudah Menghitung Zakat dengan Keputusan Terbaru dari BAZNAS RI Jakarta &ndash; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia telah secara resmi menetapkan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa untuk tahun 2026 melalui Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026 yang diumumkan pada 21 Februari 2026 di Jakarta. Keputusan ini akan membantu umat Islam dalam membayar zakat pendapatan dengan cara yang sesuai syariat dan perundang-undangan di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menetapkan bahwa nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 setara dengan 85 gram emas atau senilai Rp91.681.728 per tahun, dan Rp7.640.144 per bulan jika zakat dibayarkan setiap bulan. Seorang Muslim dengan pendapatan minimal tersebut di atas telah memenuhi syarat wajib membayar zakat pendapatan. Perhitungan harga emas menggunakan standar emas 14 karat dengan kandungan emas 58,33%-62,49%, berdasarkan rata-rata harga emas selama tahun 2025. Nisab zakat tetap sebesar 2,5% dari penghasilan bruto, dihitung dari pendapatan bruto tanpa dikurangi kebutuhan pokok. Zakat harus dibayarkan saat pendapatan diterima melalui amil zakat resmi. Penetapan ini merujuk pada berbagai undang-undang, peraturan pemerintah, dan hasil rapat pleno BAZNAS yang dilakukan dengan koordinasi bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia. Keputusan ini lahir dari musyawarah, pertimbangan syariah, serta evaluasi ekonomi terkini untuk menjaga kewajiban zakat secara proporsional dan adil sesuai dengan ajaran Islam. Nilai nisab zakat yang disesuaikan setiap tahun menunjukkan relevansi syariat Islam terhadap dinamika ekonomi yang ada. Dengan diberlakukannya Keputusan Nomor 15 Tahun 2026 ini, maka Keputusan sebelumnya untuk tahun 2025 resmi dicabut dan tidak berlaku lagi. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, yaitu 21 Februari 2026.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat sebagai Sarana Investasi Langit dan Pilar Ketahanan Ekonomi menjelang Ramadan
Zakat sebagai Sarana Investasi Langit dan Pilar Ketahanan Ekonomi menjelang Ramadan
Zakat Sebagai Investasi dalam Keberlanjutan Ekonomi Menjelang Ramadan Di Sidoarjo, konsep keberlanjutan dalam bisnis tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan laba, tetapi juga dengan dampak lingkungan. Dalam menghadapi Ramadan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo mendorong para pelaku usaha untuk melihat zakat sebagai investasi strategis dalam membangun "Ramadan Tangguh". Zakat tidak hanya sebagai kewajiban biaya, melainkan sebagai cara untuk menyucikan aset dan melancarkan arus rezeki. Zakat memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem bisnis tetap sehat, seperti layaknya "pembersihan mesin" dalam industri. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi global, zakat menjadi penyeimbang yang dapat memperkuat daya beli masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi. Dengan berzakat melalui BAZNAS Sidoarjo, pelaku usaha turut berkontribusi dalam menekan kemiskinan ekstrem dan melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan dengan dampak yang signifikan. Melalui program "Ramadan Tangguh", dana zakat hasil sumbangan para pelaku usaha diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan modal untuk usaha mikro, dan perbaikan infrastruktur sosial di wilayah Sidoarjo. Dengan memanfaatkan layanan "Kantor Digital" BAZNAS Sidoarjo, proses penyaluran zakat dapat dilakukan secara cepat, aman, dan transparan melalui fitur Scan QR Code, tanpa harus meninggalkan kesibukan kerja. Sebagai pengusaha Muslim di Sidoarjo, saatnya untuk menunjukkan bahwa bisnis dapat menjadi agen perubahan yang tangguh dan peduli. Dengan menyambut Ramadan dengan aset yang suci dan hati yang tenang, bersama BAZNAS Sidoarjo mari kita bersama-sama membangun ekonomi umat yang lebih mandiri dan bermartabat.
BERITA19/02/2026 | sudrab
Misteri Sejarah di Balik Keajaiban Bulan Ramadan oleh Baznas Jogja Kota
Misteri Sejarah di Balik Keajaiban Bulan Ramadan oleh Baznas Jogja Kota
Bulan Ramadhan merupakan waktu yang dinantikan dengan antusias oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan suci ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan meraih keberkahan. Selain kewajiban puasa, Ramadhan memiliki sejarah yang memengaruhi perkembangan peradaban Islam. Keistimewaan Ramadhan tidak terbatas pada ibadah semata. Peristiwa penting seperti Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar memberikan warna khusus pada bulan suci ini. Tak hanya itu, Ramadhan juga menjadi bulan yang penuh arti karena para tokoh penting dalam sejarah Islam dipanggil oleh Allah SWT pada bulan ini. Peristiwa-peristiwa tragis juga terjadi selama bulan Ramadhan, seperti wafatnya tokoh-tokoh penting seperti Sayyidah Fatimah Az-Zahra, Sayyidah Khadijah binti Khuwaylid, Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar, dan putri Rasulullah Ruqayyah. Kepergian mereka menjadi pengingat akan pentingnya fokus pada ibadah dan pertemuan dengan Sang Pencipta selama Ramadhan. Perang Badar, yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriah, juga menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam. Meskipun dalam keadaan kalah secara jumlah dan persenjataan, kaum Muslimin berhasil meraih kemenangan berkat keteguhan iman dan keyakinan. Dari peristiwa-peristiwa tersebut, kita dapat belajar akan nilai-nilai spiritual, ketabahan, dan pengorbanan yang menjadi bagian integral dari keimanan umat Islam. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang refleksi, penghormatan terhadap sejarah, dan penghayatan nilai-nilai keagamaan. Dengan memahami sejarah dan makna di balik keistimewaan bulan Ramadhan, diharapkan umat Islam dapat mengoptimalkan ibadah mereka dan meraih hikmah dari setiap detik yang berlalu selama bulan suci ini. Semoga setiap ibadah yang dilakukan selama Ramadhan diiringi dengan kesadaran akan perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam.
BERITA19/02/2026 | Ummi Kiftiyah
Momentum Berharga Ramadhan: Waktu untuk Meningkatkan Amal dan Mendekatkan Diri pada Allah
Momentum Berharga Ramadhan: Waktu untuk Meningkatkan Amal dan Mendekatkan Diri pada Allah
Bulan Ramadhan adalah periode yang penuh dengan keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Selama bulan suci ini, setiap perbuatan baik akan mendapat pahala berlipat, doa-doa akan lebih cepat dikabulkan, dan pintu surga akan terbuka lebar. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan juga merupakan saat yang tepat untuk introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan melakukan lebih banyak amal saleh sebagai persiapan kehidupan dunia dan akhirat. Dalam bulan Ramadhan, umat Islam disarankan untuk memperbanyak amalan-amalan seperti shalat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur&rsquo;an, berdzikir, berdoa, dan melakukan qiyamul lail. Selain itu, menjaga perkataan, memperbaiki karakter, dan meningkatkan kepedulian sosial juga merupakan bagian penting dari menjalani ibadah puasa dengan sempurna. Ramadhan adalah momen terbaik untuk membentuk kebiasaan baik yang diharapkan tetap terjaga setelah bulan suci berakhir. Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan selama Ramadhan adalah memberikan sedekah dengan berlimpah. Rasulullah SAW terkenal dengan sifat kedermawanannya, yang semakin meningkat di bulan Ramadhan. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya sebagai sarana berbagi kepada sesama, tetapi juga sebagai bentuk penyucian harta dan jiwa. Dengan berbagi, kita dapat meringankan beban sesama yang membutuhkan serta memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Menyalurkan zakat dan infak melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Kediri merupakan langkah bijak untuk memastikan agar sumbangan tersalurkan secara profesional, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang luas. Melalui program-program di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi, BAZNAS Kabupaten Kediri berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata kepada para mustahik di wilayah tersebut. Ramadhan seharusnya menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan rasa peduli dan kontribusi kepada masyarakat. Setiap sumbangan zakat dan infak yang kita berikan akan menjadi ladang amal yang tak pernah putus pahalanya. Dengan memberikan zakat dan infak melalui BAZNAS Kabupaten Kediri, kita tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga turut serta dalam membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik balik bagi kita semua untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan perbuatan baik, dan menjadi individu yang lebih peduli dan bermanfaat bagi orang lain. Mari manfaatkan Ramadhan sebagai kesempatan emas untuk beribadah dengan maksimal dan berbagi kebahagiaan melalui zakat, infak, dan sedekah bersama BAZNAS Kabupaten Kediri.
BERITA19/02/2026 | Humas
Beragam Praktik Sunnah yang Dilakukan di Bulan Ramadan di Kota Yogyakarta
Beragam Praktik Sunnah yang Dilakukan di Bulan Ramadan di Kota Yogyakarta
Bulan Ramadan bukan hanya mengenai menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenam matahari. Ramadan adalah saat spiritual bagi umat Islam untuk meningkatkan koneksi dengan Allah Swt. Selain melakukan ibadah wajib dan salat tarawih yang rutin, ada beberapa amalan sunah yang disarankan untuk dilakukan guna meraih kesempurnaan ibadah. Salah satu tindakan yang dianjurkan adalah berbuka puasa segera setelah azan Magrib berkumandang. Ini menunjukkan ketaatan terhadap waktu yang sudah ditetapkan. Rasulullah saw. juga mencontohkan untuk memulai berbuka dengan kurma, karena kurma kaya akan nutrisi yang membantu memulihkan energi tubuh. Namun, jika kurma tidak tersedia, berbuka dengan air putih atau makanan manis lainnya juga sudah memadai. Selain itu, penting juga untuk menjaga perkataan selama berpuasa. Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat, ghibah, fitnah, atau kebohongan adalah praktik sunah yang penting. Kesalahan dalam menjaga lisan dapat mengurangi pahala puasa seseorang. Dengan menjaga lisan, seseorang dapat menjaga kesucian puasanya di hadapan Allah Swt. Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak sedekah, terutama memberi makan kepada orang yang berpuasa. Orang yang memberi makan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala si penerima. Ini merupakan upaya untuk memupuk rasa empati dan solidaritas sosial. Selain itu, praktik I'tikaf, berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt, juga sangat ditekankan. I'tikaf tidak hanya dilakukan selama Ramadan, tapi terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadan karena malam Lailatul Qadar terdapat di dalamnya. Menghabiskan waktu ber-I'tikaf memberikan peluang besar untuk mendapatkan keberkahan malam tersebut. Ramadan juga dikenal sebagai bulan Al-Qur'an, oleh karena itu, membaca Al-Qur'an, baik dalam bentuk tadarus, pengkajian maknanya, maupun mengkhatamkan Al-Qur'an minimal sekali selama Ramadan sangat ditekankan. Setiap huruf yang dibaca dijanjikan pahala berlipat ganda, dan Al-Qur'an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Melaksanakan amalan sunah selama Ramadan, mulai dari berbuka dengan segera hingga memperbanyak tadarus, adalah sarana untuk mencapai derajat takwa. Dengan konsistensi dalam melaksanakan sunah-sunah ini, diharapkan umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala melainkan juga meningkatkan kualitas spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Salurkan fidyah dan kontribusi sosial keagamaan lainnya dengan amanah dan tepat sasaran. Kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Bayar fidyah melalui website resmi BAZNAS Kota Yogyakarta atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta untuk informasi lebih lanjut. Kunjungi situs web resmi BAZNAS Kota Yogyakarta untuk informasi lebih lanjut. Terima kasih atas partisipasi Muzaki dan Mustahiq selama ini.
BERITA19/02/2026 | Admin Bidang 1
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lebak.

Lihat Daftar Rekening →