WhatsApp Icon
Kemarau Melanda, BAZNAS Hadir Salurkan Air Bersih Kolaborasi BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS Kabupaten Lebak

LEBAK 29 Agustus 2026 — Musim kemarau mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Kesulitan mendapatkan air bersih dirasakan oleh warga yang sumber airnya mulai mengering, sehingga kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari menjadi semakin sulit dipenuhi.

Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Banten bersama BAZNAS Kabupaten Lebak bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kemarau. Pendistribusian dilakukan di sekitar Pondok Pesantren Al Washliyah, Desa Margaluyu, Kecamatan Leuwidamar, serta Kampung Ciangireun, Desa Girijagabaya, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak.

Bantuan air bersih ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat kondisi kemarau.

Di lapangan, proses pendistribusian melibatkan unsur BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS Kabupaten Lebak melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Hadir dalam kegiatan tersebut Dowi, Kepala Bidang Pendistribusian BAZNAS, bersama Komandan BTB BAZNAS Provinsi Banten, Agus Mutaqin selaku Komandan BTB BAZNAS Kabupaten Lebak, serta jajaran tim.

Bukan Sekadar Air, tetapi Kepedulian

Komandan BTB BAZNAS Kabupaten Lebak, Agus Mutaqin, mengatakan bahwa pendistribusian air bersih merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan air bersih ini bukan hanya tentang mendistribusikan air, tetapi tentang menghadirkan kepedulian dan memastikan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan tetap merasakan kehadiran BAZNAS. Ketika kebutuhan dasar masyarakat terganggu akibat kemarau, kami berupaya untuk hadir dan memberikan bantuan secara cepat dan tepat sasaran.”

Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS Kabupaten Lebak menjadi kekuatan penting dalam merespons persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan sinergi antara BAZNAS Provinsi Banten, BAZNAS Kabupaten Lebak dan tim di lapangan, kita dapat bergerak bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi manfaat bagi masyarakat.”

BAZNAS Terus Hadir di Tengah Masyarakat

Pendistribusian air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi kepedulian BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kehadiran tim di lokasi juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

BAZNAS Kabupaten Lebak bersama BAZNAS Provinsi Banten berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Lebak.

Melalui semangat “Zakat Membawa Manfaat”, setiap bantuan diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi wujud nyata bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

Di tengah musim kemarau, setetes air menjadi sangat berarti. Dan melalui gerakan bersama ini, BAZNAS berupaya memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang merasa sendirian menghadapi kesulitan.

BAZNAS Lebak — Amanah, Profesional, dan Berdampak.

29/09/2026 | Kontributor: Media Baznas Lebak
BAZNAS KABUPATEN LEBAK SERAHKAN BANTUAN BENCANA KEBAKARAN KEPADA PONDOK PESANTREN BUSTANUL ULUM

Lebak, 31 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak melalui BAZNAS Tanggap Bencana menyerahkan bantuan kepada Pondok Pesantren Bustanul Ulum, yang berlokasi di Kampung Lebak Kubang, Desa Ciapus, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak.

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen BAZNAS Kabupaten Lebak dalam memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat serta mendukung keberlangsungan aktivitas pendidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren.

Bantuan secara langsung diserahkan oleh Bapak Samsudin, selaku Anggota BAZNAS Tanggap Bencana BAZNAS Kabupaten Lebak. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut didampingi oleh Bapak Sartuhi Setiawan dari Kecamatan Cijaku.

Turut hadir dan mendampingi dari unsur pemerintahan desa, Bapak H. Asep Saepulah, Kepala Desa Ciapus, beserta jajaran Pemerintah Desa Ciapus.

Pondok Pesantren Bustanul Ulum merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang berada di bawah asuhan KH. Nurdi, dan menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan pendidikan serta kehidupan keagamaan masyarakat di wilayah Desa Ciapus dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Lebak menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dan disalurkan kembali untuk kemaslahatan umat.

Bapak Samsudin menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Lebak akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat dan lembaga yang membutuhkan.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS Kabupaten Lebak sekaligus amanah dari para muzaki dan masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan mendukung aktivitas Pondok Pesantren Bustanul Ulum,” ungkap Samsudin.

Sementara itu, Bapak H. Asep Saepulah, selaku Kepala Desa Ciapus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Lebak atas perhatian dan kepeduliannya terhadap Pondok Pesantren Bustanul Ulum.

Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. BAZNAS Kabupaten Lebak berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima serta memperkuat sinergi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan kemaslahatan umat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Lebak kembali menegaskan komitmennya untuk hadir, responsif, profesional, dan amanah dalam melayani masyarakat, serta memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan dampak yang nyata bagi penerima manfaat.

BAZNAS Kabupaten Lebak
Menunaikan Amanah, Menguatkan Umat, Mengentaskan Kemiskinan.

 

31/08/2026 | Kontributor: Media Baznas Lebak
Menjaga Kesinambungan Pengelolaan Zakat, Lebak Mulai Siapkan Seleksi Pimpinan BAZNAS 2027–2032

LEBAK — Pergantian kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak mulai dipersiapkan jauh sebelum masa jabatan pimpinan periode 2022–2027 berakhir. Pemerintah Kabupaten Lebak bersama BAZNAS Lebak tengah menyiapkan tahapan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan BAZNAS untuk periode 2027–2032.

Langkah tersebut bukan semata agenda pergantian kepemimpinan. Bagi BAZNAS Lebak, proses ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pengelolaan zakat sekaligus memastikan lembaga yang mengelola dana umat tersebut tetap berjalan dengan tata kelola yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Persiapan pembentukan Pansel dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Lebak dan jajaran pimpinan BAZNAS Lebak pada Jumat, 28 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan proses seleksi dapat dipersiapkan secara matang sebelum berakhirnya masa jabatan pimpinan BAZNAS periode saat ini pada Januari 2027.

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Alkadri, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan pembahasan awal terkait pembentukan Pansel.

“Sekarang kami sedang mempersiapkan pembentukan Pansel. Setelah hasil pembahasan ini dilaporkan kepada Bupati Lebak, selanjutnya akan diproses untuk mendapatkan keputusan sebagai dasar pelaksanaan seleksi,” kata Alkadri.

Menurutnya, persiapan dilakukan lebih awal karena proses seleksi pimpinan BAZNAS membutuhkan sejumlah tahapan. Pemerintah daerah berharap proses tersebut dapat berlangsung secara tertib sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan ketika masa jabatan pimpinan BAZNAS periode 2022–2027 berakhir.

“Proses rekrutmen membutuhkan waktu. Karena itu, persiapannya harus dilakukan dari sekarang agar ketika masa jabatan berakhir, pimpinan yang baru sudah siap melanjutkan tugas,” ujarnya.

Menyiapkan Kepemimpinan yang Kredibel

Setelah memperoleh dasar penetapan dari Bupati Lebak, Pansel akan menjalankan sejumlah tahapan sesuai ketentuan yang berlaku. Di antaranya menyusun pedoman teknis seleksi, melaksanakan proses penerimaan dan penilaian calon pimpinan, menerima serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat, hingga melakukan koordinasi dengan BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS Republik Indonesia.

Proses tersebut menjadi penting mengingat BAZNAS memiliki posisi strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Di tingkat daerah, lembaga ini tidak hanya menjalankan fungsi penghimpunan, tetapi juga memastikan dana zakat dapat disalurkan dan didayagunakan secara tepat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, regenerasi kepemimpinan BAZNAS Lebak diharapkan menghasilkan figur-figur yang tidak hanya memiliki kapasitas manajerial, tetapi juga integritas, pemahaman terhadap pengelolaan zakat, kemampuan membangun kolaborasi, serta komitmen kuat terhadap pelayanan masyarakat.

Bagi BAZNAS Lebak, proses seleksi pimpinan periode 2027–2032 juga menjadi momentum untuk memperkuat fondasi kelembagaan di tengah tuntutan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang semakin transparan, profesional, dan berdampak.

Dari Regenerasi Menuju Penguatan Lembaga

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lebak periode 2022–2027 masih memiliki waktu untuk menuntaskan berbagai program dan agenda kelembagaan hingga berakhirnya masa jabatan. Pada saat yang sama, proses persiapan kepemimpinan berikutnya mulai berjalan agar estafet pengelolaan zakat dapat berlangsung tanpa jeda.

Sinergi antara BAZNAS Lebak dan Pemerintah Kabupaten Lebak menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut. Koordinasi sejak tahap awal diharapkan mampu menciptakan proses seleksi yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih dari sekadar pergantian personalia, seleksi pimpinan BAZNAS periode 2027–2032 diharapkan menjadi titik awal penguatan kelembagaan untuk menghadapi tantangan pengelolaan zakat lima tahun ke depan.

Dengan kepemimpinan yang kuat dan tata kelola yang semakin baik, BAZNAS Lebak diharapkan mampu memperluas kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan manfaat zakat bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

Sebab, pada akhirnya, keberhasilan BAZNAS tidak hanya diukur dari seberapa besar zakat yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari seberapa luas zakat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.

 

28/08/2026 | Kontributor: Media Baznas Lebak
Bukan Sekadar Tas dan Alat Tulis, 75 Anak Yatim di Lebak Dapat Suntikan Semangat untuk Terus Sekolah

LEBAK – Sebanyak 75 anak yatim mendapatkan paket perlengkapan sekolah dan santunan dalam program kepedulian pendidikan yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak bersama organisasi mitra (ORMIT) pendidikan anak, yakni IGRA, IGTKI, dan HIMPAUDI.

Kegiatan yang berlangsung di Kolam Renang BIM pada 25 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari kolaborasi BAZNAS Lebak dan ORMIT untuk menghadirkan manfaat zakat dan donasi secara langsung kepada anak-anak yang membutuhkan.

Program tersebut turut mendapat dukungan donasi dari Kitabisa, yang kemudian disalurkan dalam bentuk bantuan pendidikan bagi para penerima manfaat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan BAZNAS menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memastikan dana yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak yatim.

Bantuan yang diberikan meliputi tas, perlengkapan sekolah, santunan, serta sejumlah kebutuhan lainnya.

Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan.

Suasana semakin meriah ketika anak-anak diajak menikmati rangkaian kegiatan yang penuh keceriaan. Pendongeng Ka Ade Bolang turut hadir menghibur dan memberikan dongeng edukatif kepada para peserta.

Dengan gaya bercerita yang interaktif dan dekat dengan dunia anak, Ka Ade Bolang berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh tawa. Anak-anak pun terlihat antusias mengikuti cerita, berinteraksi, dan menikmati momen kebersamaan bersama teman-teman mereka.

Kehadiran pendongeng menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebab, perhatian kepada anak yatim bukan hanya soal memenuhi kebutuhan material, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk bergembira, mendapatkan pengalaman positif, dan merasa dihargai.

Bukan Sekadar Tas, Ada Harapan di Dalamnya

Bagi sebagian anak, tas baru dan perlengkapan sekolah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi penerima manfaat, bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat untuk kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih percaya diri.

Di tengah berbagai kebutuhan keluarga, perlengkapan sekolah sering kali menjadi salah satu pengeluaran yang harus diprioritaskan. Karena itu, dukungan terhadap anak yatim memiliki arti penting untuk menjaga agar proses pendidikan mereka tetap berjalan.

BAZNAS Lebak bersama IGRA, IGTKI, dan HIMPAUDI melihat pendidikan sebagai salah satu pintu penting untuk membuka masa depan anak-anak.

Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Lembaga zakat, organisasi pendidikan, donatur, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

Dukungan donasi melalui Kitabisa menjadi salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam gerakan tersebut.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak menyampaikan bahwa perhatian kepada anak yatim harus diberikan secara utuh, tidak hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga melalui dukungan terhadap pendidikan dan tumbuh kembang mereka.

“Yang kita berikan hari ini bukan hanya tas, alat sekolah, dan santunan. Lebih dari itu, kita ingin memberikan semangat kepada anak-anak bahwa mereka memiliki masa depan dan ada banyak orang yang peduli terhadap perjalanan mereka,” ujar Ketua BAZNAS Lebak.

Ia menambahkan, sinergi dengan IGRA, IGTKI, dan HIMPAUDI menjadi kekuatan penting untuk memperluas jangkauan program sosial dan pendidikan BAZNAS.

Dari Donasi Menjadi Senyum Anak-Anak

Program tersebut juga memperlihatkan bagaimana donasi masyarakat dapat diubah menjadi manfaat yang dirasakan secara langsung.

Dana yang dihimpun melalui Kitabisa tidak berhenti sebagai angka dalam sebuah laporan, tetapi diwujudkan menjadi perlengkapan sekolah, santunan, serta pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak penerima manfaat.

Sebanyak 75 anak yatim menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Keceriaan mereka ketika menerima bantuan, mengikuti dongeng Ka Ade Bolang, dan menikmati kebersamaan menjadi gambaran sederhana tentang arti sebuah kepedulian.

Sebab, bagi seorang anak, perhatian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, sebuah tas baru, alat tulis, santunan, cerita yang menghibur, dan kesempatan untuk tertawa bersama sudah cukup untuk membuat mereka merasa diperhatikan.

BAZNAS Lebak berharap kolaborasi bersama ORMIT dan berbagai pihak lainnya dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.

Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan hanya tentang 75 paket bantuan.

Ini adalah tentang 75 anak yang kembali diingatkan bahwa pendidikan mereka penting, masa depan mereka berharga, dan mereka tidak sendirian dalam menapaki perjalanan hidup.

Melalui zakat, infak, sedekah, dan kolaborasi, BAZNAS Lebak bersama para mitra terus berupaya mengubah kepedulian menjadi aksi nyata—dan mengubah bantuan menjadi harapan.

 

25/08/2026 | Kontributor: Media Baznas Lebak
Kolaborasi Kebaikan, BAZNAS RI Salurkan Ribuan Al-Qur’an untuk Masyarakat Baduy Mualaf.

LEBAK — Semangat kolaborasi dalam menghadirkan kemanfaatan bagi umat diwujudkan melalui penyaluran ribuan Al-Qur’an oleh BAZNAS RI bersama Cordoba Gramedia dan International Networking of Humanitarian (INH) di Kp Baduy Kompol, Desa Sangkanwangi, Kec. Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (20/8/2026).

 

Sebanyak 4.933 eksemplar Al-Qur’an senilai Rp500.787.343 disalurkan melalui amanah sedekah dari pelanggan Gramedia dan peserta Happy Family Coloring. Selain itu, INH turut mendukung penyaluran sebanyak 1.000 eksemplar Al-Qur’an.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak KH. Wawan Gunawan, Plt. Asisten Daerah III Setda Kabupaten Lebak Dr. Iyan Fitriyana, serta tokoh masyarakat Baduy Kompol Ustadz Kasja

 

Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI, Cordoba Gramedia, INH, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mendukung sehingga Kabupaten Lebak menjadi salah satu titik penyaluran.

 

Menurutnya, Al-Qur’an merupakan kebutuhan penting umat, khususnya bagi masjid, mushola, dan lembaga pendidikan. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat literasi keagamaan masyarakat, termasuk di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.

 

“Harapannya, Al-Qur’an ini tidak hanya sampai kepada penerima manfaat, tetapi benar-benar dibaca, dipelajari, diajarkan, dan diamalkan. Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi amal jariyah bagi para donatur dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar KH. Wawan Gunawan.

 

Sementara itu, Dr. Iyan Fitriyan mengapresiasi kolaborasi BAZNAS RI, Cordoba Gramedia, dan INH dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

 

“Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lebak tentu mendukung berbagai program yang memberikan kemanfaatan dan keberkahan bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Senada, Ustadz Kasja menilai penyaluran Al-Qur’an memiliki makna penting bagi masyarakat.

 

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan. Semoga penyaluran ini memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk di wilayah pedalaman dan komunitas yang membutuhkan,” tuturnya.

 

Program ini merupakan bagian dari agenda penyaluran BAZNAS dan INH di empat provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.

 

Melalui kolaborasi kebaikan tersebut, diharapkan Al-Qur’an yang disalurkan dapat terus dibaca, dipelajari, diajarkan, dan diamalkan, sehingga menjadi sumber keberkahan dan amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.

 

20/08/2026 | Kontributor: BAZNAS LEBAK

Berita Terbaru

Kelompok yang Memenuhi Syarat untuk Menerima Zakat
Kelompok yang Memenuhi Syarat untuk Menerima Zakat
Golongan yang Berhak Menerima Zakat Allah SWT telah menetapkan bahwa zakat hanya diberikan kepada delapan golongan (disebut asnaf) sesuai dengan Al-Qur'an, yaitu: fakir, miskin, amil, mu'allaf, riqab (budak), gharim, sabilillah, dan ibnu sabil. 1. Fakir dan 2. Miskin Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta atau pekerjaan yang mencukupi kebutuhan pokoknya, sementara miskin adalah orang yang memiliki penghasilan namun belum mencukupi kebutuhan hidupnya. Catatan: Fakir: penghasilan kurang dari 50% kebutuhan Miskin: penghasilan di atas 50% namun belum mencukupi standar kecukupan. Bantuan yang diberikan bisa berupa konsumsi bagi yang tidak produktif atau modal usaha bagi yang produktif. 3. Amil Zakat Amil adalah petugas resmi yang mengelola zakat mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga pendistribusian. Di Indonesia, peran ini dijalankan oleh lembaga resmi seperti Baznas Kabupaten Kayong Utara yang beroperasi dengan amanah sesuai syariat dan regulasi negara. 4. Mu'allaf Mu'allaf adalah orang yang hatinya dilunakkan agar lebih mendekat kepada Islam, seperti mereka yang baru masuk Islam, tokoh yang diharapkan memberi pengaruh positif, atau pihak yang diharapkan mendukung kepentingan umat Islam. 5. Riqab (Budak) Riqab adalah budak yang berusaha memerdekakan dirinya. Dalam konteks modern, hal ini sering diartikan sebagai usaha pembebasan dari penindasan atau ketergantungan yang tidak manusiawi. 6. Gharim (Orang Berhutang) Gharim adalah orang yang memiliki hutang namun tidak mampu melunasinya, baik untuk kebutuhan hidup maupun untuk kemaslahatan seperti mendamaikan konflik. 7. Sabilillah Sabilillah mencakup segala aktivitas di jalan Allah SWT seperti dakwah, pendidikan Islam, kegiatan sosial keagamaan, dan upaya kemaslahatan umat. 8. Ibnu Sabil Ibnu Sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan dan membutuhkan bantuan untuk melanjutkan perjalanan. Penegasan Penting Zakat harus disalurkan kepada pihak yang benar-benar berhak sesuai ketentuan syariat. Penyaluran melalui lembaga resmi seperti Baznas Kabupaten Kayong Utara membantu memastikan bahwa zakat tepat sasaran, dikelola secara profesional, memberikan damp
BERITA22/02/2026 | Ust. Aziz Rijan
Amalan Sunnah yang Sangat Direkomendasikan di Bulan Ramadhan di Sulawesi Selatan
Amalan Sunnah yang Sangat Direkomendasikan di Bulan Ramadhan di Sulawesi Selatan
Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel Hari Ke-4 Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan puasa wajib, tetapi juga dengan meningkatkan amalan sunnah di bulan Ramadhan yang dapat menyempurnakan ibadah. Saat memasuki hari keempat, semangat ibadah harus ditingkatkan, bukan menurun. Bagi umat Islam di Sulawesi Selatan, Ramadhan merupakan waktu untuk memperkuat spiritualitas dan meningkatkan kepedulian sosial. Oleh karena itu, pemahaman dan praktik amalan sunnah Rasulullah SAW menjadi bagian penting dalam merayakan bulan penuh keberkahan ini. Lalu, apa saja amalan sunnah di bulan Ramadhan yang disarankan? 1. Shalat Tarawih Berjamaah Shalat Tarawih merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri pernah melaksanakannya secara berjamaah, dan tradisi ini kemudian diikuti oleh para sahabat. Di berbagai masjid di Makassar dan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, suasana Tarawih menjadi simbol persatuan umat. Menjaga konsistensi dalam melaksanakan Tarawih hingga akhir Ramadhan merupakan wujud kesungguhan dalam beribadah. 2. Memperbanyak Tilawah Al-Qur'an Ramadhan dianggap sebagai bulan turunnya Al-Qur'an. Oleh karena itu, membaca dan merenungkan Al-Qur'an merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Menetapkan target bacaan harian, seperti satu juz per hari, dapat membantu menyelesaikan bacaan dalam 30 hari. Lebih penting untuk konsisten daripada membaca dalam jumlah besar namun tidak terjaga. 3. Bersedekah dan Memperbanyak ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) Sedekah adalah salah satu amalan sunnah yang sangat ditekankan selama Ramadhan. Rasulullah SAW terkenal sebagai sosok yang paling dermawan, dan kedermawanannya meningkat di bulan Ramadhan. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, sedekah dan zakat bukan hanya sebagai ibadah pribadi, tetapi juga sebagai bagian dari budaya gotong royong. Menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan dapat memastikan bahwa dana umat dikelola secara profesional, transparan, dan mengenai sasaran di seluruh wilayah Sulsel. 4. Memberi Makan Orang yang Berbuka Memberi makan orang yang sedang berbuka puasa memiliki pahala besar tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa. Tradisi berbagi takjil di berbagai lokasi di Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan adalah bukti dari solidaritas sosial yang kuat di bulan Ramadhan. 5. Qiyamul Lail dan Doa di Sepertiga Malam Bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan shalat tahajud dan berdoa merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Waktu tersebut diyakini sebagai waktu yang paling dikabulkan doanya untuk memohon ampunan dan keberkahan. Saat memasuki hari keempat Ramadhan, ini adalah saat yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan qiyamul lail secara konsisten. Mengapa Amalan Sunnah Penting di Awal Ramadhan? Memperoleh kebiasaan yang baik dalam empat hari pertama Ramadhan dapat membantu mempertahankan konsistensi hingga akhir bulan. Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas dan dampaknya terhadap diri sendiri dan masyarakat. Menggabungkan ibadah pribadi seperti tilawah dan qiyamul lail dengan amalan sosial seperti zakat dan sedekah akan membuat Ramadhan menjadi lebih bermakna dan memiliki dampak yang luas bagi kesejahteraan umat di
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Tips Membuat Rencana Ibadah Selama 30 Hari
Tips Membuat Rencana Ibadah Selama 30 Hari
Cara Membuat Target Ibadah Selama 30 Hari Ada satu hal yang sering kita lupakan saat semangat ibadah sedang tinggi: semangat saja tidak cukup, kita juga butuh arah. Tanpa perencanaan, ibadah mudah naik-turun, tergantung suasana hati dan kesibukan. Karena itu, membuat target ibadah selama sebulan—terutama di bulan Ramadhan atau dalam periode pembinaan diri—menjadi langkah penting agar usaha kita lebih konsisten dan terukur. Target bukan untuk membebani diri, melainkan untuk membantu kita bertumbuh sedikit demi sedikit. Ibadah yang direncanakan dengan baik akan terasa lebih ringan, teratur, dan insyaAllah lebih berdampak. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan: 1. Mulai dari Evaluasi Diri Sebelum membuat target, luangkan waktu untuk bertanya dengan jujur pada diri sendiri: - Bagaimana kualitas shalat wajib saya selama ini? - Seberapa rutin saya membaca Al-Qur'an? - Apakah saya sudah membiasakan sedekah? - Ibadah apa yang paling sering saya tinggalkan? Evaluasi ini bukan untuk menyalahkan diri, tetapi untuk mengetahui titik awal. Kita tidak bisa menyusun peta perjalanan jika tidak tahu posisi kita saat ini. Tuliskan kekuatan dan kelemahan ibadah Anda. Dari sanalah target akan disusun. 2. Tentukan Tujuan yang Realistis dan Bertahap Kesalahan yang sering terjadi adalah membuat target terlalu tinggi di awal, lalu berhenti di tengah jalan. Alih-alih langsung menargetkan khatam 3 kali dalam 30 hari, mungkin bisa dimulai dengan: - 1 juz per hari, atau - 5–10 halaman per hari secara konsisten. Alih-alih menargetkan semua shalat sunnah sekaligus, bisa dimulai dari: - Menjaga qabliyah dan ba'diyah, - Lalu menambah dhuha, - Kemudian witir secara rutin. Prinsipnya sederhana: kecil tapi konsisten lebih baik daripada besar tapi terhenti. 3. Bagi Target Menjadi Harian dan Mingguan Agar lebih mudah dijalankan, pecah target 30 hari menjadi bagian kecil: Target Harian: - Shalat wajib tepat waktu - Tilawah 5–10 halaman - Dzikir pagi dan petang - Sedekah (meski kecil) - Shalat sunnah tertentu Target Mingguan: - Menyelesaikan 1–2 juz - Mengikuti kajian - Menghafal 1–2 ayat baru - Evaluasi capaian ibadah Dengan pembagian ini, kita tidak merasa terbebani oleh angka “30 hari”, tetapi fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini. 4. Buat Checklist Ibadah Checklist sederhana bisa sangat membantu menjaga konsistensi. Anda bisa mencetak tabel ini atau membuatnya di buku khusus. Tanda centang kecil setiap hari akan memberi rasa puas dan memotivasi untuk terus melanjutkan. 5. Siapkan Strategi Menjaga Konsistensi Semangat biasanya tinggi di awal, lalu perlahan menurun. Beberapa cara untuk menjaganya: - Pasang niat yang kuat: Luruskan bahwa target ini untuk mendekat kepada Allah, bukan sekadar mengejar angka. - Cari teman seperjalanan: Ajak keluarga atau sahabat membuat target bersama. - Tetapkan waktu khusus: Misalnya tilawah setelah Subuh atau sebelum tidur. - Jangan menyerah saat bolong: Jika satu hari terlewat, jangan berhenti. Lanjutkan esok hari tanpa rasa putus asa. - Lakukan evaluasi mingguan: Apa yang kurang? Apa yang perlu disesuaikan? Ingat, tujuan utama bukan kesempurnaan, melainkan perbaikan berkel
BERITA22/02/2026 | MF
Rekam Jejak Doa-Da Mustajab Saat Bulan Suci Ramadhan di Sulawesi Selatan
Rekam Jejak Doa-Da Mustajab Saat Bulan Suci Ramadhan di Sulawesi Selatan
Doa-Doa Mustajab di Bulan Ramadhan: Sulawesi Selatan Series Ramadhan 1447H BAZNAS Sulsel Hari Ke-3 Bulan suci Ramadhan dipandang sebagai kesempatan emas untuk memperbanyak doa. Para ulama menjelaskan bahwa doa-doa yang dipanjatkan dalam bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri karena suasana spiritual yang lebih kuat dan pintu rahmat Allah SWT yang terbuka lebar. Bagi umat Islam di Sulawesi Selatan, Ramadhan bukan sekadar soal menahan lapar dan haus, melainkan juga tentang mempertajam hubungan spiritual dengan Allah melalui doa yang penuh ketulusan dan harapan. Pertanyaan muncul, kapan waktu-waktu doa yang mustajab di bulan Ramadhan? Berikut adalah beberapa di antaranya: 1. Doa Saat Berbuka Puasa Salah satu waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan adalah ketika menyambut waktu berbuka puasa. Rasulullah SAW telah mengatakan bahwa orang yang sedang berpuasa memiliki doa yang tidak akan ditolak saat berbuka puasa. Momen ini disorot sebagai waktu di mana hati seseorang sangat lembut dan penuh ketundukan setelah menjalani puasa sepanjang hari. Sebaiknya, manfaatkan waktu beberapa menit sebelum adzan Maghrib untuk memanjatkan doa terbaik bagi diri sendiri, keluarga, dan umat sekitar. 2. Doa di Sepertiga Malam Terakhir Sepertiga malam terakhir dianggap sebagai waktu istimewa untuk bermunajat. Pada waktu ini, Allah SWT memperlihatkan pintu ampunan-Nya dan mengabulkan doa hamba-Nya yang sungguh-sungguh memohon. Di berbagai masjid di Kota Makassar dan sekitarnya, semangat umat Islam dalam menjalankan qiyamul lail di bulan Ramadhan menjadi bukti kecintaan mereka dalam mencari ridha Allah. 3. Doa Saat Sujud dan Setelah Shalat Posisi sujud adalah momen di mana seorang hamba berada pada jarak paling dekat dengan Tuhannya. Memperbanyak doa saat sujud dan setelah menunaikan shalat wajib maupun sunnah di bulan Ramadhan dianggap sebagai amalan yang sangat dianjurkan. Ramadhan memberikan suasana spiritual yang lebih kuat untuk memperbanyak istighfar, doa rezeki, doa keberkahan, dan doa keselamatan umat. 4. Doa di Malam Lailatul Qadar Sepuluh hari terakhir dalam bulan Ramadhan dianggap sebagai masa puncak pencarian malam Lailatul Qadar. Doa yang dianjur
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS SULSEL
Nisab Zakat Pendapatan Tahun 2026 Ditentukan oleh Ketua BAZNAS RI: Rp7,64 Juta per Bulan
Nisab Zakat Pendapatan Tahun 2026 Ditentukan oleh Ketua BAZNAS RI: Rp7,64 Juta per Bulan
Umat Lebih Mudah Menghitung Zakat dengan Keputusan Terbaru dari BAZNAS RI Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia telah secara resmi menetapkan nilai nisab zakat pendapatan dan jasa untuk tahun 2026 melalui Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026 yang diumumkan pada 21 Februari 2026 di Jakarta. Keputusan ini akan membantu umat Islam dalam membayar zakat pendapatan dengan cara yang sesuai syariat dan perundang-undangan di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menetapkan bahwa nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 setara dengan 85 gram emas atau senilai Rp91.681.728 per tahun, dan Rp7.640.144 per bulan jika zakat dibayarkan setiap bulan. Seorang Muslim dengan pendapatan minimal tersebut di atas telah memenuhi syarat wajib membayar zakat pendapatan. Perhitungan harga emas menggunakan standar emas 14 karat dengan kandungan emas 58,33%-62,49%, berdasarkan rata-rata harga emas selama tahun 2025. Nisab zakat tetap sebesar 2,5% dari penghasilan bruto, dihitung dari pendapatan bruto tanpa dikurangi kebutuhan pokok. Zakat harus dibayarkan saat pendapatan diterima melalui amil zakat resmi. Penetapan ini merujuk pada berbagai undang-undang, peraturan pemerintah, dan hasil rapat pleno BAZNAS yang dilakukan dengan koordinasi bersama Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia. Keputusan ini lahir dari musyawarah, pertimbangan syariah, serta evaluasi ekonomi terkini untuk menjaga kewajiban zakat secara proporsional dan adil sesuai dengan ajaran Islam. Nilai nisab zakat yang disesuaikan setiap tahun menunjukkan relevansi syariat Islam terhadap dinamika ekonomi yang ada. Dengan diberlakukannya Keputusan Nomor 15 Tahun 2026 ini, maka Keputusan sebelumnya untuk tahun 2025 resmi dicabut dan tidak berlaku lagi. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, yaitu 21 Februari 2026.
BERITA21/02/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Zakat sebagai Sarana Investasi Langit dan Pilar Ketahanan Ekonomi menjelang Ramadan
Zakat sebagai Sarana Investasi Langit dan Pilar Ketahanan Ekonomi menjelang Ramadan
Zakat Sebagai Investasi dalam Keberlanjutan Ekonomi Menjelang Ramadan Di Sidoarjo, konsep keberlanjutan dalam bisnis tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan laba, tetapi juga dengan dampak lingkungan. Dalam menghadapi Ramadan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Sidoarjo mendorong para pelaku usaha untuk melihat zakat sebagai investasi strategis dalam membangun "Ramadan Tangguh". Zakat tidak hanya sebagai kewajiban biaya, melainkan sebagai cara untuk menyucikan aset dan melancarkan arus rezeki. Zakat memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem bisnis tetap sehat, seperti layaknya "pembersihan mesin" dalam industri. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi global, zakat menjadi penyeimbang yang dapat memperkuat daya beli masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi. Dengan berzakat melalui BAZNAS Sidoarjo, pelaku usaha turut berkontribusi dalam menekan kemiskinan ekstrem dan melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan dengan dampak yang signifikan. Melalui program "Ramadan Tangguh", dana zakat hasil sumbangan para pelaku usaha diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan modal untuk usaha mikro, dan perbaikan infrastruktur sosial di wilayah Sidoarjo. Dengan memanfaatkan layanan "Kantor Digital" BAZNAS Sidoarjo, proses penyaluran zakat dapat dilakukan secara cepat, aman, dan transparan melalui fitur Scan QR Code, tanpa harus meninggalkan kesibukan kerja. Sebagai pengusaha Muslim di Sidoarjo, saatnya untuk menunjukkan bahwa bisnis dapat menjadi agen perubahan yang tangguh dan peduli. Dengan menyambut Ramadan dengan aset yang suci dan hati yang tenang, bersama BAZNAS Sidoarjo mari kita bersama-sama membangun ekonomi umat yang lebih mandiri dan bermartabat.
BERITA19/02/2026 | sudrab
Misteri Sejarah di Balik Keajaiban Bulan Ramadan oleh Baznas Jogja Kota
Misteri Sejarah di Balik Keajaiban Bulan Ramadan oleh Baznas Jogja Kota
Bulan Ramadhan merupakan waktu yang dinantikan dengan antusias oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan suci ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan meraih keberkahan. Selain kewajiban puasa, Ramadhan memiliki sejarah yang memengaruhi perkembangan peradaban Islam. Keistimewaan Ramadhan tidak terbatas pada ibadah semata. Peristiwa penting seperti Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar memberikan warna khusus pada bulan suci ini. Tak hanya itu, Ramadhan juga menjadi bulan yang penuh arti karena para tokoh penting dalam sejarah Islam dipanggil oleh Allah SWT pada bulan ini. Peristiwa-peristiwa tragis juga terjadi selama bulan Ramadhan, seperti wafatnya tokoh-tokoh penting seperti Sayyidah Fatimah Az-Zahra, Sayyidah Khadijah binti Khuwaylid, Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar, dan putri Rasulullah Ruqayyah. Kepergian mereka menjadi pengingat akan pentingnya fokus pada ibadah dan pertemuan dengan Sang Pencipta selama Ramadhan. Perang Badar, yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriah, juga menjadi titik balik penting dalam sejarah Islam. Meskipun dalam keadaan kalah secara jumlah dan persenjataan, kaum Muslimin berhasil meraih kemenangan berkat keteguhan iman dan keyakinan. Dari peristiwa-peristiwa tersebut, kita dapat belajar akan nilai-nilai spiritual, ketabahan, dan pengorbanan yang menjadi bagian integral dari keimanan umat Islam. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang refleksi, penghormatan terhadap sejarah, dan penghayatan nilai-nilai keagamaan. Dengan memahami sejarah dan makna di balik keistimewaan bulan Ramadhan, diharapkan umat Islam dapat mengoptimalkan ibadah mereka dan meraih hikmah dari setiap detik yang berlalu selama bulan suci ini. Semoga setiap ibadah yang dilakukan selama Ramadhan diiringi dengan kesadaran akan perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam.
BERITA19/02/2026 | Ummi Kiftiyah
Momentum Berharga Ramadhan: Waktu untuk Meningkatkan Amal dan Mendekatkan Diri pada Allah
Momentum Berharga Ramadhan: Waktu untuk Meningkatkan Amal dan Mendekatkan Diri pada Allah
Bulan Ramadhan adalah periode yang penuh dengan keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT. Selama bulan suci ini, setiap perbuatan baik akan mendapat pahala berlipat, doa-doa akan lebih cepat dikabulkan, dan pintu surga akan terbuka lebar. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan juga merupakan saat yang tepat untuk introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan melakukan lebih banyak amal saleh sebagai persiapan kehidupan dunia dan akhirat. Dalam bulan Ramadhan, umat Islam disarankan untuk memperbanyak amalan-amalan seperti shalat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan melakukan qiyamul lail. Selain itu, menjaga perkataan, memperbaiki karakter, dan meningkatkan kepedulian sosial juga merupakan bagian penting dari menjalani ibadah puasa dengan sempurna. Ramadhan adalah momen terbaik untuk membentuk kebiasaan baik yang diharapkan tetap terjaga setelah bulan suci berakhir. Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan selama Ramadhan adalah memberikan sedekah dengan berlimpah. Rasulullah SAW terkenal dengan sifat kedermawanannya, yang semakin meningkat di bulan Ramadhan. Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya sebagai sarana berbagi kepada sesama, tetapi juga sebagai bentuk penyucian harta dan jiwa. Dengan berbagi, kita dapat meringankan beban sesama yang membutuhkan serta memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Menyalurkan zakat dan infak melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Kediri merupakan langkah bijak untuk memastikan agar sumbangan tersalurkan secara profesional, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang luas. Melalui program-program di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi, BAZNAS Kabupaten Kediri berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata kepada para mustahik di wilayah tersebut. Ramadhan seharusnya menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan rasa peduli dan kontribusi kepada masyarakat. Setiap sumbangan zakat dan infak yang kita berikan akan menjadi ladang amal yang tak pernah putus pahalanya. Dengan memberikan zakat dan infak melalui BAZNAS Kabupaten Kediri, kita tidak hanya melaksanakan kewajiban agama, tetapi juga turut serta dalam membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik balik bagi kita semua untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan perbuatan baik, dan menjadi individu yang lebih peduli dan bermanfaat bagi orang lain. Mari manfaatkan Ramadhan sebagai kesempatan emas untuk beribadah dengan maksimal dan berbagi kebahagiaan melalui zakat, infak, dan sedekah bersama BAZNAS Kabupaten Kediri.
BERITA19/02/2026 | Humas
Beragam Praktik Sunnah yang Dilakukan di Bulan Ramadan di Kota Yogyakarta
Beragam Praktik Sunnah yang Dilakukan di Bulan Ramadan di Kota Yogyakarta
Bulan Ramadan bukan hanya mengenai menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenam matahari. Ramadan adalah saat spiritual bagi umat Islam untuk meningkatkan koneksi dengan Allah Swt. Selain melakukan ibadah wajib dan salat tarawih yang rutin, ada beberapa amalan sunah yang disarankan untuk dilakukan guna meraih kesempurnaan ibadah. Salah satu tindakan yang dianjurkan adalah berbuka puasa segera setelah azan Magrib berkumandang. Ini menunjukkan ketaatan terhadap waktu yang sudah ditetapkan. Rasulullah saw. juga mencontohkan untuk memulai berbuka dengan kurma, karena kurma kaya akan nutrisi yang membantu memulihkan energi tubuh. Namun, jika kurma tidak tersedia, berbuka dengan air putih atau makanan manis lainnya juga sudah memadai. Selain itu, penting juga untuk menjaga perkataan selama berpuasa. Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat, ghibah, fitnah, atau kebohongan adalah praktik sunah yang penting. Kesalahan dalam menjaga lisan dapat mengurangi pahala puasa seseorang. Dengan menjaga lisan, seseorang dapat menjaga kesucian puasanya di hadapan Allah Swt. Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak sedekah, terutama memberi makan kepada orang yang berpuasa. Orang yang memberi makan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala si penerima. Ini merupakan upaya untuk memupuk rasa empati dan solidaritas sosial. Selain itu, praktik I'tikaf, berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt, juga sangat ditekankan. I'tikaf tidak hanya dilakukan selama Ramadan, tapi terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadan karena malam Lailatul Qadar terdapat di dalamnya. Menghabiskan waktu ber-I'tikaf memberikan peluang besar untuk mendapatkan keberkahan malam tersebut. Ramadan juga dikenal sebagai bulan Al-Qur'an, oleh karena itu, membaca Al-Qur'an, baik dalam bentuk tadarus, pengkajian maknanya, maupun mengkhatamkan Al-Qur'an minimal sekali selama Ramadan sangat ditekankan. Setiap huruf yang dibaca dijanjikan pahala berlipat ganda, dan Al-Qur'an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Melaksanakan amalan sunah selama Ramadan, mulai dari berbuka dengan segera hingga memperbanyak tadarus, adalah sarana untuk mencapai derajat takwa. Dengan konsistensi dalam melaksanakan sunah-sunah ini, diharapkan umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala melainkan juga meningkatkan kualitas spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Yogyakarta. Salurkan fidyah dan kontribusi sosial keagamaan lainnya dengan amanah dan tepat sasaran. Kuatkan kepedulian sosial dengan ZIS DSKL BAZNAS Kota Yogyakarta. Bayar fidyah melalui website resmi BAZNAS Kota Yogyakarta atau hubungi Layanan Muzaki BAZNAS Kota Yogyakarta untuk informasi lebih lanjut. Kunjungi situs web resmi BAZNAS Kota Yogyakarta untuk informasi lebih lanjut. Terima kasih atas partisipasi Muzaki dan Mustahiq selama ini.
BERITA19/02/2026 | Admin Bidang 1
Zakat dan Infak: Pentingnya Berbagi dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Zakat dan Infak: Pentingnya Berbagi dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Peran Zakat dan Infak dalam Ajaran Islam untuk Kesejahteraan Umat Zakat dan infak memiliki peran penting dalam ajaran Islam sebagai ibadah individual dan solusi sosial untuk kesejahteraan umat. Islam mengajarkan bahwa harta memiliki hak sosial yang harus ditunaikan demi kemaslahatan bersama, bukan sekadar untuk dinikmati. Zakat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, dengan ketentuan jelas terkait jenis harta, kadar, dan golongan penerima. Dengan membayar zakat, seorang Muslim membersihkan hartanya dan jiwanya dari sifat kikir dan cinta dunia. Sementara infak bersifat sunnah dan lebih fleksibel, dapat ditunaikan kapan saja dan dalam jumlah yang disesuaikan. Infak menjadi wujud kepedulian sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun produktif. Tujuan zakat dan infak adalah menciptakan keadilan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Dana zakat membantu mustahik memenuhi kebutuhan dasar, sementara infak memperkuat program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Islam menjanjikan keberkahan bagi harta yang dizakatkan dan diinfakkan, karena harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan berkurang. Zakat dan infak memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan sosial di masyarakat Majalengka, seperti kemiskinan dan keterbatasan akses. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional. Dana yang dihimpun disalurkan melalui program-program berorientasi pada pemberdayaan. Melalui edukasi zakat dan infak, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat menunaikan kewajiban zakat dan membiasakan infak sebagai gaya hidup Muslim. Dengan berzakat dan berinfak melalui lembaga resmi, manfaatnya akan lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Zakat menumbuhkan keadilan, infak menumbuhkan kepedulian. Keduanya ketika dijalankan secara seimbang, akan lahir masyarakat yang saling menguatkan, mandiri, dan berdaya. Semangat zakat dan infak terus ditumbuhkan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka demi Majalengka yang religius, sejahtera, dan berkeadilan sosial.
BERITA19/02/2026 | Iwan S Anwar
Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS Lebak gelar Sosialisasi UPZ Desa se-Kecamatan Maja
Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS Lebak gelar Sosialisasi UPZ Desa se-Kecamatan Maja
MAJA - Upaya penguatan tata kelola zakat di tingkat desa terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa se-Kecamatan Maja yang digelar dengan melibatkan unsur pemerintah, KUA, BAZNAS, serta para pengurus UPZ desa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Maja, Edi Nurhedi, S.Sos, Kepala KUA Kecamatan Maja, Ketua UPZ Kecamatan Maja Padil, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak KH. Wawan Gunawan, serta para Ketua UPZ Desa se-Kecamatan Maja. Dalam sambutannya, Camat Maja Edi Nurhedi, S.Sos menegaskan bahwa pengelolaan zakat dan infak harus dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel, khususnya dalam aspek administrasi dan pelaporan. Menurutnya, keberadaan UPZ desa merupakan ujung tombak dalam optimalisasi pengumpulan zakat di masyarakat. Ia juga menekankan bahwa desa tidak hanya berperan sebagai pihak yang menerima manfaat zakat, tetapi harus mampu berkontribusi aktif dalam proses pengumpulan. “Desa jangan hanya meminta, tetapi juga harus bisa memberi kontribusi. Jika ingin banyak menerima manfaat, maka harus aktif dalam pengumpulan zakat. Kecamatan Maja kita harapkan bisa menjadi role model pengelolaan zakat di tingkat desa,” tegasnya. Camat Maja turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya BAZNAS Kabupaten Lebak, atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi UPZ Desa ini sebagai bagian dari penguatan kelembagaan zakat. Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Maja dalam sambutannya menyampaikan materi teknis terkait mekanisme pengumpulan zakat fitrah. Ia menjelaskan prinsip satu keluarga satu zakat fitrah sebagai upaya penertiban dan keseragaman dalam pelaksanaan zakat di desa-desa. Menurutnya, keseragaman tata cara pengumpulan zakat sangat penting agar tidak menimbulkan perbedaan praktik di masyarakat serta tetap sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan pentingnya peran UPZ desa sebagai garda terdepan pengelolaan zakat. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis untuk pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan. “UPZ desa adalah ujung tombak BAZNAS di masyarakat. Jika pengumpulannya baik, tertib, dan amanah, maka manfaat zakat akan kembali ke masyarakat dalam bentuk program-program yang nyata dan berkelanjutan,” ujar KH. Wawan Gunawan. Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan resmi agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun syariat. Oleh karena itu, penguatan legalitas dan kapasitas pengurus UPZ menjadi hal yang sangat penting. Dalam sesi materi sosialisasi, Pak Etua menyampaikan Materi Fikih Zakat, yang mengulas dasar-dasar hukum zakat serta menyinggung Pasal 38 terkait sanksi bagi pihak yang bertindak sebagai amil zakat tanpa kewenangan resmi. Materi ini disampaikan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pengurus UPZ agar menjalankan tugas sesuai ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, Agus Mutaqin menyampaikan materi tentang Tata Kelola UPZ, yang membahas tugas dan fungsi UPZ dalam pengumpulan, pencatatan, serta pelaporan zakat. Ia menekankan pentingnya administrasi yang rapi dan pelaporan yang tepat waktu sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat dan BAZNAS. Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) UPZ Desa secara simbolis kepada perwakilan pengurus UPZ, sebagai bentuk penguatan legalitas dan komitmen bersama dalam pengelolaan zakat. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan UPZ Desa se-Kecamatan Maja semakin profesional, amanah, dan mampu mengoptimalkan pengumpulan zakat demi kesejahteraan masyarakat serta kemaslahatan umat.
BERITA29/01/2026 | Humas Baznas
Zakat Fitrah di Lebak 2026 Resmi Rp40 Ribu, Baznas Targetkan Penghimpunan Capai Rp1 Miliar
Zakat Fitrah di Lebak 2026 Resmi Rp40 Ribu, Baznas Targetkan Penghimpunan Capai Rp1 Miliar
Lebak – Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak resmi menetapkan nominal zakat fitrah dan fidyah untuk tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui Sidang Isbat Penetapan Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah yang digelar di Aula Baznas Kabupaten Lebak. Ketua Baznas Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa penetapan nilai zakat fitrah dan fidyah telah melalui kajian mendalam dengan mempertimbangkan harga bahan pokok serta masukan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak. “Setelah melalui pembahasan dan mempertimbangkan harga bahan pokok di Kabupaten Lebak, disepakati zakat fitrah sebesar Rp40.000 per jiwa dan fidyah sebesar Rp50.000 per hari. Penetapan ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat serta memberikan manfaat yang maksimal bagi para mustahik,” ujar KH. Wawan Gunawan. Hasil Update Harga dari Dinas Perdagangan Kabupaten Lebak harga beras berfariatif ada yang Rp.11.000, Rp.12.000 , Rp.13.000 , Rp.14.000 . yang dibawa ketika rapat penetapan nilai zakat fitrah, sebagai pertimbangan dalam penentuannya. Ia menambahkan, zakat fitrah dapat ditunaikan dalam bentuk uang tunai maupun beras. Apabila dibayarkan dengan beras, besarannya adalah 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa, sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Baznas Lebak juga menargetkan penghimpunan zakat fitrah dan infak Ramadhan 2026 mencapai Rp1 miliar, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi. “Kami optimistis target ini tercapai jika masyarakat menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Semakin cepat dihimpun, semakin cepat pula disalurkan kepada yang berhak,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lebak, Diwakili Asisten Daerah I Alkadri, menyampaikan bahwa Pemkab Lebak mendukung penuh keputusan hasil Sidang Isbat tersebut dan akan segera menindaklanjutinya melalui Surat Edaran resmi kepada seluruh perangkat daerah dan masyarakat. “Penetapan ini bukan hanya berkaitan dengan kewajiban agama, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas masyarakat. Pemerintah daerah berharap zakat fitrah dapat disalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran,” ungkap Alkadri. Dari unsur Kementerian Agama Kabupaten Lebak, H. Basit menegaskan bahwa hasil penetapan ini telah sesuai dengan ketentuan fikih zakat serta sejalan dengan regulasi yang berlaku. Ia juga mengimbau para pengurus masjid dan lembaga keagamaan agar aktif menyosialisasikan ketetapan tersebut kepada masyarakat. “Dengan adanya penetapan resmi ini, diharapkan pelaksanaan zakat fitrah dan fidyah di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih tertib dan seragam,” kata H. Basit. Sementara itu, MUI Kabupaten Lebak, KH. Asep Saefullah, menekankan bahwa zakat fitrah memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial yang sangat penting, terutama dalam menjaga keseimbangan dan keadilan sosial menjelang Hari Raya Idulfitri. “Zakat fitrah berfungsi untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menunaikannya melalui lembaga resmi seperti Baznas agar pengelolaannya amanah dan tepat sasaran,” ujar KH. Asep Saefullah. Dengan ditetapkannya nominal zakat fitrah dan fidyah tahun 2026 ini, seluruh masyarakat Kabupaten Lebak diharapkan dapat segera menunaikan kewajiban zakatnya tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh para penerima sebelum Hari Raya Idulfitri.
BERITA23/01/2026 | Humas Baznas
BAZNAS Lebak Salurkan Bantuan Kemanusiaan, untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Cijaku.
BAZNAS Lebak Salurkan Bantuan Kemanusiaan, untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Cijaku.
Lebak – Selasa, 06 Januari 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban musibah kebakaran yang terjadi di Kampung Pasir Tapos RT 14 RW 05, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat BAZNAS Lebak terhadap warga yang terdampak bencana. Bantuan disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Cijaku dan diterima langsung oleh korban kebakaran dengan disaksikan oleh aparatur kecamatan serta tokoh masyarakat setempat. Camat Cijaku, Cece Saputra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Lebak atas perhatian dan kepeduliannya terhadap masyarakat Kecamatan Cijaku. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Lebak yang telah cepat merespons dan menyalurkan bantuan kepada warga kami yang tertimpa musibah kebakaran. Bantuan ini sangat berarti dan membantu meringankan beban korban,” ujar Camat Cijaku. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak Kh. Wawan Gunawan menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. “BAZNAS Lebak hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Ketua BAZNAS Lebak. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Lebak akan terus memperkuat peran UPZ di tingkat kecamatan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan merata. Korban kebakaran, Ibu Inah, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Lebak. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Lebak dan semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit seperti sekarang. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” tutur Ibu Inah dengan penuh haru. Melalui penyaluran bantuan kemanusiaan ini, BAZNAS Kabupaten Lebak berharap dapat meringankan beban korban kebakaran sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
BERITA06/01/2026 | Humas Baznas Lebak
Sinergi BAZNAS RI dan BAZNAS Lebak, Sarana Air Bersih Diresmikan di Ponpes Nurul Falah Banjarsari
Sinergi BAZNAS RI dan BAZNAS Lebak, Sarana Air Bersih Diresmikan di Ponpes Nurul Falah Banjarsari
Lebak, 29 Desember 2025 – Sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan BAZNAS Kabupaten Lebak kembali diwujudkan melalui peresmian Sarana Air Bersih di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Ciruji, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyuluhan kesehatan serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Peresmian tersebut dihadiri oleh perwakilan Rumah Sehat BAZNAS Provinsi Banten, Sekretaris Kecamatan Banjarsari, Kepala Desa Ciruji, unsur BPBD Banjarsari, Danramil, Kapolsek, serta Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Lebak. Dalam keterangannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Lebak, H. Eri Rachmat, menyampaikan bahwa penyediaan sarana air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat pedesaan. “Air bersih adalah kebutuhan utama untuk menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Melalui sinergi BAZNAS RI dan BAZNAS Lebak, kami berharap sarana air bersih ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh santri dan masyarakat sekitar, serta mendorong terwujudnya perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar H. Eri Rachmat. Ia menambahkan, program ini tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga dibarengi dengan edukasi kesehatan agar masyarakat memiliki kesadaran jangka panjang dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain peresmian sarana air bersih, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan oleh tim Rumah Sehat BAZNAS Banten yang menekankan pentingnya sanitasi layak, penggunaan air bersih yang aman, serta penerapan prinsip Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Sekretaris Kecamatan Banjarsari dan Kepala Desa Ciruji turut mengapresiasi program tersebut karena dinilai sangat membantu kebutuhan masyarakat dan lingkungan pesantren, khususnya dalam mendukung kualitas kesehatan dan kenyamanan aktivitas belajar mengajar. Melalui program ini, BAZNAS RI dan BAZNAS Lebak berharap sarana air bersih yang telah diresmikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta menjadi contoh kolaborasi dalam pembangunan berbasis kebutuhan umat.
BERITA29/12/2025 | Humas Baznas Lebak
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BAZNAS Lebak Gelar Siaga Bencana di Pasir Ona
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BAZNAS Lebak Gelar Siaga Bencana di Pasir Ona
Lebak, 26 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak menggelar kegiatan Siaga Bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana di wilayah rawan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasir Ona, Kabupaten Lebak, pada Jumat (26/12/2025). Kegiatan Siaga Bencana tersebut melibatkan relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) serta unsur masyarakat setempat. Program ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana, khususnya pada musim cuaca ekstrem yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak. Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana secara berkelanjutan. “BAZNAS tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga berupaya membangun kesiapsiagaan sejak dini. Kegiatan siaga bencana ini penting agar masyarakat dan relawan memiliki pemahaman serta kesiapan dalam menghadapi potensi risiko bencana,” ujar KH. Wawan Gunawan. Ia menambahkan, Kabupaten Lebak memiliki sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingga kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana. Sementara itu, Kepala Pelaksana BAZNAS Lebak, Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa kegiatan siaga bencana di Pasir Ona diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pembekalan relawan, pengecekan peralatan kebencanaan, hingga simulasi kesiapsiagaan di lapangan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan relawan BTB BAZNAS Lebak selalu siap secara fisik, mental, dan teknis. Selain itu, kami juga mendorong keterlibatan masyarakat agar lebih sigap dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” ungkap Agus Mutaqin. Ia berharap kegiatan Siaga Bencana ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif serta memperkuat sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas di wilayah rawan bencana. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BAZNAS Lebak menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam upaya kemanusiaan, tidak hanya melalui bantuan pascabencana, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif dan edukatif bagi masyarakat.
BERITA26/12/2025 | Humas Baznas Lebak
BAZNAS Lebak Lakukan Donasi Peduli Sumatra dan Aceh Pada Pelantikan PPPK di Stadion Uwes Qorni
BAZNAS Lebak Lakukan Donasi Peduli Sumatra dan Aceh Pada Pelantikan PPPK di Stadion Uwes Qorni
Lebak — Alhamdulillah, donasi kemanusiaan untuk Sumatra dan Aceh berhasil dihimpun dalam rangkaian acara Pelantikan P3K yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Stadion Uwes Qorni, Kabupaten Lebak. Dari penggalangan donasi tersebut, terkumpul dana sebesar Rp5.415.000. Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara di Sumatra dan Aceh. “Alhamdulillah, dari kegiatan Pelantikan P3K ini kita berhasil menghimpun donasi sebesar Rp5.415.000. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap urusan,” ujar Ketua BAZNAS. Donasi yang terkumpul ini selanjutnya akan disalurkan melalui mekanisme resmi BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah Sumatra dan Aceh. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat solidaritas, kepedulian sosial, serta nilai kemanusiaan yang terus digaungkan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Lebak. BAZNAS Kabupaten Lebak berharap gerakan kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi budaya bersama, sehingga keberadaan kegiatan besar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi sesama.
BERITA22/12/2025 | Humas Baznas Lebak
BAZNAS Lebak Kirim Relawan Tanggap Bencana ke Aceh Melalui BAZNAS RI
BAZNAS Lebak Kirim Relawan Tanggap Bencana ke Aceh Melalui BAZNAS RI
Jakarta, 15 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak mengirimkan satu personel BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Hady Priyatna, untuk mendukung penanganan bencana di wilayah Aceh. Pengiriman relawan ini dilakukan melalui koordinasi BAZNAS RI, dengan pelepasan keberangkatan berlangsung pada Senin (15/12) dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Hady Priyatna diberangkatkan menggunakan Kapal KMP Jatra I dengan rute Tanjung Priok–Belawan, Kota Medan. Setelah tiba di Belawan, relawan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju wilayah tugas di Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur, sesuai dengan penugasan dari BAZNAS RI. Sebagai personel BAZNAS Tanggap Bencana, Hady Priyatna akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan lapangan, mulai dari asesmen kebutuhan masyarakat terdampak, pendistribusian bantuan logistik, hingga pendampingan kepada korban bencana. Selain itu, ia juga akan membantu koordinasi dengan tim BAZNAS daerah setempat serta unsur relawan lainnya untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat dan terorganisir. Hady menyampaikan kesiapan dan komitmennya untuk menjalankan tugas kemanusiaan tersebut. Menurutnya, penugasan ke Aceh merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Saya siap melaksanakan tugas yang diberikan BAZNAS. Semoga kehadiran kami di lapangan bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak dan memberikan manfaat nyata,” ujar Hady sebelum keberangkatan. Ia menambahkan, perjalanan panjang melalui jalur laut dan darat merupakan bagian dari konsekuensi tugas kemanusiaan. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk segera tiba di lokasi dan bergabung dengan tim nasional. Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, KH. Wawan Gunawan, menyampaikan bahwa Hady Priyatna merupakan relawan yang telah memiliki kesiapan mental dan kemampuan lapangan untuk diterjunkan ke wilayah bencana. “Relawan yang kami kirim adalah personel yang sudah dibekali pelatihan kebencanaan dan pengalaman lapangan. Kami titipkan amanah umat kepada Saudara Hady untuk menjalankan tugas kemanusiaan ini dengan sebaik-baiknya,” tutur KH. Wawan Gunawan. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Lebak akan terus berkoordinasi dengan BAZNAS RI dan memantau perkembangan di lapangan selama relawan menjalankan tugas. Pengiriman relawan ini menjadi bagian dari kontribusi BAZNAS Lebak dalam upaya penanggulangan bencana secara nasional. Melalui sinergi dengan BAZNAS RI, diharapkan bantuan dan kehadiran relawan dapat mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat di wilayah Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur. BAZNAS Lebak berharap, langkah ini tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga semangat kepedulian dan solidaritas antarwilayah dalam menghadapi musibah.
BERITA16/12/2025 | Humas Baznas Lebak
BAZNAS LEBAK BERIKAN BINGKISAN PADA KEGIATAN ISBAT NIKAH TERPADU HUT LEBAK KE-19
BAZNAS LEBAK BERIKAN BINGKISAN PADA KEGIATAN ISBAT NIKAH TERPADU HUT LEBAK KE-19
Lebak, 10 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak memberikan bingkisan kepada peserta Isbat Nikah Terpadu yang dilaksanakan di Gedung PKK, Rabu (10/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kabupaten Lebak ke-197 yang diselenggarakan oleh KORPRI Kabupaten Lebak sebagai panitia utama, bekerja sama dengan Pengadilan Agama Lebak dan Kementerian Agama. Pelaksanaan isbat nikah berlangsung tertib dan diikuti pasangan dari berbagai kecamatan yang membutuhkan legalitas pernikahan resmi. Melalui kegiatan ini, pasangan suami istri mendapatkan kepastian hukum terkait status perkawinan mereka. Bupati Lebak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya layanan terpadu tersebut. “Program seperti ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan kemudahan layanan administrasi keluarga. Kami berterima kasih kepada KORPRI dan seluruh pihak pendukung yang telah berkolaborasi,” ujar Bupati. Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan, BAZNAS Lebak turut hadir memberikan bingkisan kepada para peserta. Ketua BAZNAS Lebak mengatakan bahwa langkah ini merupakan wujud kepedulian lembaga dalam mendukung program pelayanan sosial berbasis kemaslahatan. “BAZNAS hanya berperan mendukung kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah. Semoga bingkisan ini dapat menambah kebahagiaan bagi para peserta setelah mendapatkan kepastian hukum pernikahan mereka,” ucap Ketua BAZNAS. Isbat nikah yang difasilitasi KORPRI ini mencakup proses pendaftaran, verifikasi, hingga penetapan resmi oleh Pengadilan Agama. Diharapkan, layanan terpadu ini dapat terus dilakukan agar masyarakat semakin mudah mengakses dokumen legal keluarga.
BERITA10/12/2025 | Humas Baznas Lebak
BAZNAS Lebak Buka Layanan ZIS pada MTQ ke 41 Tingkat Kabupaten Lebak
BAZNAS Lebak Buka Layanan ZIS pada MTQ ke 41 Tingkat Kabupaten Lebak
BAZNAS Kabupaten Lebak kembali hadir di tengah masyarakat dengan membuka Gerai Layanan ZIS pada MTQ ke-41 tingkat Kabupaten Lebak. Gerai ini disiapkan untuk memudahkan para pengunjung menunaikan zakat, infak, dan sedekah di momen yang penuh cahaya dan lantunan ayat suci. Di saat yang sama, BAZNAS Lebak juga membuka layanan donasi kemanusiaan untuk saudara-saudara di Sumatra yang sedang tertimpa musibah. Setiap rupiah kebaikan yang disalurkan akan menjadi bantuan nyata untuk meringankan beban mereka. BAZNAS Lebak mengajak masyarakat menjadikan MTQ ini bukan hanya sebagai ajang syiar, tetapi juga ladang amal. Mari berbagi dari apa yang kita punya, agar Allah tambahkan dari arah yang tak disangka-sangka. Jadikan momen MTQ ini ladang amal jariah kita. Kunjungi stand kami, Zakat Anda Selamatkan Mereka! Lokasi: Stand BAZNAS di area MTQ tingkat Kabupaten Lebak. #MTQ #LebakPeduli #Baznas #Palestina #Sumatera #Zakat
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Lebak
BERITA KEGIATAN BAZNAS KABUPATEN LEBAK
BERITA KEGIATAN BAZNAS KABUPATEN LEBAK
Baznas-Buka-Warung-Amal-di-Pawai-MTQ-Bagikan-Air-Minum-Gratis--Buka-Layanan-Donasi-Kemanusiaan Hari ini BAZNAS Kabupaten Lebak kembali hadir di tengah masyarakat melalui layanan “Warung Amal” pada rangkaian kegiatan Pawai MTQ. Dalam giat tersebut, para Amil BAZNAS turun langsung membagikan air minum gratis kepada seluruh peserta pawai, kafilah, hingga masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya acara. Layanan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Lebak untuk mendukung kelancaran kegiatan keagamaan serta memastikan para peserta tetap sehat dan bersemangat selama mengikuti pawai. Kehadiran Warung Amal juga menjadi upaya menghadirkan kebaikan yang terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat. Selain berbagi air minum, BAZNAS Lebak juga membuka layanan donasi kemanusiaan, meliputi: - Donasi Kebencanaan Sumatera, sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. - Donasi Kemanusiaan untuk Palestina, sebagai wujud solidaritas dan dukungan kita terhadap perjuangan masyarakat Palestina. Masyarakat yang hadir menyambut baik layanan ini, banyak di antara mereka yang langsung menyalurkan donasinya di lokasi Warung Amal. Antusiasme ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan membantu sesama masih sangat kuat di tengah masyarakat Lebak. BAZNAS Lebak mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam gerakan kebaikan ini. Setiap rupiah yang disalurkan akan menjadi kekuatan besar untuk membantu mereka yang membutuhkan, baik di dalam negeri maupun saudara kita di Palestina. Mari bersama menjadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir. Untuk donasi, masyarakat dapat mengunjungi Warung Amal BAZNAS Lebak atau layanan donasi resmi BAZNAS Kabupaten Lebak. Bergerak Bersama, Hadirkan Manfaat. BAZNAS Kabupaten Lebak
BERITA01/12/2025 | Humas Baznas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lebak.

Lihat Daftar Rekening →