7 Potensi Bahaya Fatal Ghibah saat Puasa yang Harus Anda Waspadai
23/02/2026 | Penulis: BAZNAS
ghibah sebagai penggugur pahala puasa: 7 Bahaya Kesalahan Fatal dan Mengerikan yang Harus Diwaspadai
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga lisan, hati, dan perbuatan. Namun, sayangnya, banyak yang meremehkan praktik ghibah sebagai pembatal pahala puasa. Padahal, dosa ini dapat mengikis pahala yang sudah dikumpulkan sejak fajar hingga matahari terbenam. Banyak orang yang berpuasa namun tidak menyadari bahwa mereka kehilangan nilai ibadah karena tidak mampu mengendalikan ucapannya. Fenomena ghibah sebagai penggugur pahala puasa bukan hanya sebagai peringatan moral, tetapi memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadits. Ghibah merujuk pada membicarakan keburukan orang lain yang benar adanya namun tanpa persetujuan dari orang tersebut. Dalam bulan Ramadan atau saat melakukan puasa sunnah, dosa ini menjadi lebih berbahaya karena dapat merusak esensi ibadah yang seharusnya membersihkan jiwa. Para ulama menjelaskan bahwa ghibah sebagai penggugur pahala puasa didasarkan pada sabda Rasulullah. Dalam hadits dari Sahih Bukhari, Rasulullah menegaskan bahwa Allah tidak butuh pada puasa seseorang jika ia tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta. Hal ini menekankan bahwa puasa bukan sekadar ibadah fisik, tetapi juga melibatkan kontrol atas lisan dan hati. Dalam hadits lain dari Sahih Muslim, Rasulullah menggambarkan bahwa orang yang bangkrut di hari kiamat adalah mereka yang membawa pahala shalat dan puasa namun habis karena mempersekutukan orang lain, termasuk melalui ucapannya. Ini menggambarkan bagaimana ghibah sebagai penggugur pahala puasa dapat mengakibatkan kehilangan ganjaran ibadah. Al-Qur'an dalam Surat Al-Hujurat ayat 12 menggambarkan ghibah seperti memakan bangkai saudara sendiri, menunjukkan betapa buruknya perbuatan tersebut. Oleh karena itu, ghibah sebagai penggugur pahala puasa merupakan ancaman serius bagi kualitas ibadah seorang muslim. Tujuh bahaya serius ghibah saat berpuasa antara lain menghapus pahala secara perlahan, menodai kesucian Ramadan, memindahkan pahala kepada orang lain, mengotori hati, menghilangkan keberkahan ibadah, menyebabkan permusuhan sosial, dan mengundang azab di akhirat. Untuk menghindari ghibah saat berpuasa, dianjurkan untuk banyak berdzikir dan membaca Al-Qur'an, menyadari konsekuensi berat dari ghibah, serta mengalihkan topik jika berada di lingkungan yang membicarakan aib orang lain. Melalui muhasabah harian dan pertanyaan pada diri sendiri sebelum berbicara, diharapkan dapat menjauhkan diri dari praktik yang dapat menggugurkan pahala puasa.
Berita Lainnya
Mendulang Berkah Berlimpah: Kekuatan Sedekah Subuh saat Bulan Ramadan
Nisab Zakat Pendapatan Tahun 2026 Ditentukan oleh Ketua BAZNAS RI: Rp7,64 Juta per Bulan
BAZNAS Lebak Serahkan SK UPZ Desa Ciladaeun dan Santunan Fakir Miskin
Rekam Jejak Doa-Da Mustajab Saat Bulan Suci Ramadhan di Sulawesi Selatan
Manfaat Beramal dengan Sedekah Pagi saat Bulan Ramadan
Panduan Zakat Fitrah Baznas: Ketentuan, Jumlah, dan Metode Pembayaran Tahun 2026
Tebar Kebahagiaan Ramadan, BAZNAS Lebak Gelar Belanja Bersama Anak Yatim
Amalan Sunnah yang Sangat Direkomendasikan di Bulan Ramadhan di Sulawesi Selatan
Respon Cepat BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Korban Kebakaran di Sawarna Bayah
BAZNAS Tanggap Bencana Respon Cepat Rumah Roboh, Bantu Nenek Saniah di Sajira
Zakat sebagai Sarana Investasi Langit dan Pilar Ketahanan Ekonomi menjelang Ramadan
Bisakah Berpuasa Tanpa Sahur? Inilah 7 Jawaban Penuh Hikmah dari Perspektif Islam yang Membangun Keimanan
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Lebak Gelar Rapat Koordinasi Pembahasan Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026
Momentum Berharga Ramadhan: Waktu untuk Meningkatkan Amal dan Mendekatkan Diri pada Allah
Kebijakan Zakat Fitrah dan Fidyah Secara Online: Apakah Sah Membayar Melalui Transfer dan Aplikasi Digital? Temukan Informasinya di Sini

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lebak.
Lihat Daftar Rekening →